Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Ambon Dihujani Protes
digtara.com | AMBON – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Seram Bagian Barat, Polda Maluku, melakukan reka ulang (rekonstruksi) atas kasus pembunuhan Samsul Lussy, warga Desa Hualoy, Kabupaten Seram Bagian Barat yng terjadi pada Sabtu 4 Mei 2019 lalu.
Baca Juga:
- Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko
- Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
- Polres Manggarai Barat Rekonstruksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Desa Nggilat
Rekonstruksi dilaksanakan di Kompleks Brimob Polda Maluku, kawasan Tantui, Kota Ambon, Rabu (26/6/2019).
Dalam rekonstruksi tersebut, Polisi menghadirkan KP, salah seorang tersangka pelaku dalam kasus pembunuhan itu.
Sebanyak 13 adegan dilakoni tersangka KP saat menjalani rekonstruksi tersebut. Ke 13 adegan itu sebelumnya sudah disusun penyidik berdasarkan pemeriksaan tersangka dan para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Dikisahkan dalam rekonstruksi itu, keluarga korban awalnya berenang ke pantai. Kemudian salah seorang saksi bernama Dita mengarahkan mereka menuju jalan raya, sebelum meminta pertolongan dari dua anggota TNI yang melintas dengan sepeda motor.
Saat itu, saksi Dita masih bersama korban berada di hutan pantai Desa Latu yang telah dikeroyok kelompok massa. Setelah itu, saksi bertemu dua anggota TNI yang kebetulan sedang melintas.
Saksi Dita sempat ditolong dua anggota TNI tersebut, namun ada seseorang yang mencabut kunci kontak sepeda motor dan saksi ditarik massa dan nyaris dibacok. Sayangnya, saksi hanya dipukuli dan ditarik hingga pakaian saksi tersobek.
Sementara saksi Fat yang merupakan istri korban bersama anaknya Reihan saat itu berhasil diselamatkan Babinkamtibmas Desa Rumahkay SBB ke sebuah mobil angkot.
Sedangkan saksi Ny. Rabibah Hehanusa bersama tiga anaknya Zakirnike, Hafizah, dan Alfurgo yang terkurung dalam massa menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Saksi Raibabah yang sempat histeris beberapa kali saat proses rekonstruksi berlangsung. Dia mengaku menyesalkan Babinkamtibmas Desa Latu yang pada saat kejadian tidak melepaskan tembakan peringatan sebelum korban ditebas denga senjata tajam oleh tersangka KP.
“Hari ini kita sudah selesai melakukan rekonstruksi atas kasus pembunuhan ini. Total ada 13 adegan,”kata Kepala Satuan Reskrim Polres Seram Bagian Barat, AKP Mido Manik yang mimpin langsung proses rekonstruksi tersebut.
Sementara itu, penasehat hukum tersangka KP, Herly Akihari, mengatakan saat proses rekonstruksi berlangsung, ada sejumlah adegan yang diprotes para saksi. Itu karena adegan dimaksud tidak terjadi saat pembunuhan itu berlangsung.
“Saksi protes terhadap beberapa kejadian yang diperagakan dalam rekonstruksi kasus itu karena dianggap tidak sesuai fakta,” kata Herly.
Beberapa adegan rekonstruksi yang dianggap para saksi tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan, sehingga saksi memberikan sejumlah masukan untuk dilengkapi.
Fakta lapangan yang dinilai berbeda oleh saksi saat rekonstruksi berlangsung, yaitu saat speed boat yang ditumpangi keluarga korban dari Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah menuju Desa Hualoy SBB terbalik di pantai desa Latu.
Kata dia, Rekonstruksi diperagakan dalam 13 reka adegan. Kendati mendapatkan protes dan diberikan masukan, pihak PH dari tersangka KP itu bersyukur karena rekonstruksi tersebut bisa berjalan lancar dan baik.
“Kita sangat bersyukur karena saksi-saksi yang hadir dalam proses rekonstruksi ini meski pun dalam keadaan trauma, namun mereka masih menjalani semua adegan sampai selesai dengan baik,” ujarnya.
Rekonstruksi yang diikuti jaksa penyidik Kejari Piru, Gery Salhuteru itu juga menghadirkan empat anak kecil sebagai saksi yang menyaksikan kejadian itu secara langsung. Namun, karena mereka trauma saat melihat tersangka, sehingga peran keempat anak itu digantikan oleh anggota polisi.
Pihak keluarga korban juga mengaku telah memberikan laporan resmi kepada Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak, namun sejak insiden tersebut tidak ada pendampingan atau konseling.
Pihak keluarga korban juga berharap kepada aparat kepolisian untuk segera meringkus tersangka lain yang saat ini masih berstatus dalam pencarian orang.
[AS]
Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko
Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Polres Manggarai Barat Rekonstruksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Desa Nggilat
Kasus Buang Bayi di Sabu Raijua Direkonstruksi, Tersangka Mantan Kades Tolak Perankan Satu Adegan
Kasus Suami Bunuh Istri di Kabupaten TTU Direkonstruksi, Keluarga Korban Banjir Airmata