4 Faktor Penyebab Banyaknya Korban Dalam Kebakaran Pabrik Perakitan Mancis
digtara.com | MEDAN – Polisi sudah memulai penyelidikan atas insiden kebakaran yang melanda rumah yang dijadikan lokasi perakitan mancis di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Jumat 21 Juni 2019 siang kemarin.
Baca Juga:
Dari hasil penyelidikan awal, dapat diketahui 4 faktor penyebab banyaknya jumlah korban jiwa dalam kebakaran itu. Dimana diketahui terdapat sebanyak 30 orang korban jiwa dalam insiden tersebut.
Rasa panik dan kecepatan jalaran api merupakan dua faktor awal. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, sebelum pemasangan besi kepala mancis, pekerja melakukan pengetesan api.
“Namun pada saat dites, ada kebocoran gas mancis sehingga api mendadak besar,” ujarnya, Minggu (23/6/2019).
Karena di dalam rumah banyak tumpukan mancis, maka sempat muncul ledakan dan kemudian membakar rumah tersebut.
Tatan mengatakan, rumah itu sebenarnya dilengkapi alat pemadam api, baik berukuran besar maupun yang kecil. Namun pada saat kejadian, para pekerja panik sehingga alat-alat tersebut tidak digunakan.
Dua dari empat orang pekerja yang selamat dalam kebakaran pun sebenarnya sempat berupaya meminta pertolongan warga. Namun karena cepatnya api menjalar, para pekerja yang terjebak tidak dapat diselamatkan.
Kobaran api yang berlangsung cepat sebelumnya juga pernah diungkapkan saksi mata. Larno (32), warga Dusun IV Sembirejo, mengatakan saat kejadian, api membumbung hingga sekitar 15 meter diiringi suara-suara ledakan gas mancis.
“Saat kejadian, kami dan warga lain sebenarnya sudah mengelilingi rumah ini, tapi apinya besar kali,” ujarnya.
Besarnya api, kata dia, membuat warga kewalahan menyiram untuk membantu memadamkan api. Warga pun sulit berbuat lebih banyak karena lumatan api hanya berlangsung sekitar 10-15 menit.
Faktor selanjutnya adalah terpasangnya teralis besi pada setiap jendela rumah. Rumah itu sebenarnya memiliki lebih dari 11 jendela, tetapi seluruhnya dipasangi jerjak besi sehingga para korban tidak dapat menerobos keluar dari jendela.
Sejumlah saksi mata di lapangan sebelumnya juga sempat menyinggung hal ini. Saat kejadian, beberapa korban mereka lihat meraung kesakitan karena terbakar sambil menarik-narik keras jerjak besi jendela pada bagian kiri rumah.
Faktor keempat yakni terkuncinya pintu depan rumah. Kombes Tatan mengungkapkan, pada saat kejadian, pintu depan rumah dalam keadaan terkunci dan penguncian itu dilakukan oleh mandor.
Dari catatan polisi, sang mandor bernama Lia, warga Kecamatan Kwala Begumit. Namun pihak kepolisian kesulitan mencari tahu alasan penguncian itu karena yang bersangkutan ikut tewas bersama pekerja lain.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur