Mengapa Ada Korban Anak-Anak di Tempat Perakitan Mancis?
digtara.com | LANGKAT – Pemerintah Kabupaten Langkat sudah memastikan jumlah dalam insiden korban kebakaran tempat perakitan pemantik api (mancis) di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Jumt (21/6/2019) siang tadi.
Baca Juga:
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Irwan Sahri, mengungkapan jumlah korban tewas dalam kejadian itu sebanyak 30 orang.
“Terdiri dari 26 orang dewasa dan 6 korban yang masih anak-anak,” ujarnya.
Data itu diperoleh dari hasil proses identifikasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara dan penelusuran aparat Desa Sambirejo.
“Tidak sedikit dari para korban masih memiliki hubungan kekerabatan,”ungkapnya.
Lalu mengapa bisa ada korban anak-anak di tempat perakitan mancis tersebut ? Irwan mengatakam belum dapat memastikan jawabannya. Namun berdasarkan informasi dari warga, keenam anak-anak yang menjadi korban adalah putra dan putri dari para pekerja perakit mancis.
“Sebelum kejadian, pekerja sedang istirahat siang dan ada anak-anak yang datang untuk menemui orangtua mereka karena sudah pulang sekolah. Ada juga anak-anak yang masih balita, dibawa ayahnya ke sana untuk mendapatkan ASI dari ibunya yang bekerja di sana,”tukasnya.
Selain korban tewas, Irwan juga mengungkapkan terdapat empat orang pekerja yang lolos dari maut. Mereka berhasil lolos karena saat kebakaran terjadi, mereka tidak berada di dalam rumah dan memilih makan siang di rumahnya masing-masing.
Berikut nama-nama korban tewas;
1. Nurhayati, warga Desa Selayang Mancang.
2. Yunita Sari, warga Sambirejo Gang Mirat.
3. Pinja (anak Yunita Sari), warga Sambirejo, Gang Mirat.
4. Sasa (anak Yunita Sari), warga Sambirejo, Gang Mirat.
5. Suci/Aseh, warga Kwala Begumit.
6. Mia, warga Sambirejo Dusun I.
7. Ayu, warga Perdamaian.
8. Desi/Ismi, warga Sambirejo Dusun IV.
9. Juna (anak Desi), warga Sambirejo Dusun IV.
10. Bisma (anak Desi), warga Sambirejo Dusun IV.
11. Dhijah, warga Sambirejo Dusun IV.
12. Maya, warga Sambirejo Dusun IV.
13. Rani, warga Perdamaian.
14. Alfia, warga Perdamaian.
15. Rina, warga Sambirejo, Dusun IV.
16. Amini, warga Sambirejo Dusun II.
17. Kiki, warga Kwala Begumit Kampung Baru.
18. Priska, warga Sambirejo Dusun II.
19. Yuni (Mak Putri), warga Sambirejo Dusun IV.
20. Sawitri, warga Sambirejo Dusun IV.
21. Fitri, warga Sambirejo Dusun I.
22. Sifah (anak Fitri), warga Sambirejo Dusun I.
23. Wiwik, warga Sambirejo Dusun IX.
24. Rita, warga Sambirejo Dusun II.
25. Rizki, warga Sambirejo Dusun II.
26. Imar, warga Sambirejo Dusun VII.
27. Lia (mandor), warga Kwala Begumit.
28. Yanti, warga Kwala Begumit Kampung Baru.
29. Sri Ramdhani, Sei Remban, dan
30. Samiati, warga Kwala Begumit.
Adapun para pekerja yang selamat adalah;
1. Nur, warga Selayang Mancang.
2. Deni Novita Sari, warga Sambirejo Dusun IV.
3. Ariyani, warga Sambirejo Dusun II, dan
4. Ayu/Eti, warga Sambirejo Dusun IV.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur