Korban Tewas Kapal Tenggelam di Alor Bertambah
digtara.com | KUPANG – Jumlah korban tewas dalam insiden tenggelamnya kapal motor (KM) Nusa Kenari 02 di wilayah perairan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi tiga orang.
Baca Juga:
Jumlah korban tewas bertambah setelah petugas kembali menemukan satu dari delapan orang penumpang yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang. Saat ini tersisa lima korban lagi yang belum ditemukan.
Ketiga korban yang meninggal dunia adalah Maria Malaikosa (60), warga Mademang Kecamatan Puremang. Lalu Ati (30), seorang guru kontrak yang juga warga Sibera Desa Kiraman Kecamatan Alor Selatan Kabupaten alor. Sementara satu korban meninggal lagi belum teridentifikasi karena tidak terdata dalam manifest pelayaran.
Direktur Polair Polda NTT, Kombes Pol Dwi Suseno mengatakan, saat ini mereka bersama petugas dari Badan Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) masih melakukan pencarian untuk korban yang masih hilang.
“Kita akan upayakan pencarian hingga seluruh korban hilang berhasil ditemukan,”sebut Kombes Dwi, Sabtu (15/6/2019).
Dwi menjelaskan KM Nusa Kenari tersebut ditumpangi 48 orang penumpang umum, tiga orang anak buah kapal dan juragan pemilik kapal Piterson Plaituka alias Gerson (48).
Kapal dinahkodai Jupiter Malaikosa (20), warga Desa Elok Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor didampingi dua orang anak buah kapal masing-masing Nuku Malaikosa (20) dan Steven Waluba (20), warga Mademang Desa Langkuru Kecamatan Pureman Kabupaten Alor.
“Pada Sabtu subuh sekitar pukul 01.00 WITA, KM Nusa Kenari 02 berlayar dari Kalabahi Kabupaten Alor. Sekitar pukul 05.00 WITA, kapal tenggelam di Perairan Tanjung Margeta Desa Margeta Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor Provinsi NTT,”terang Dwi.
Saat itu kapal menuju ke Pureman. Sela memuat puluhan penumpang, kapal juga memuat 100 zak semen masing-masing berat 40 kilogram serta 800 karung beras keluarga sejahtera masing-masing 10 kilogram.
Mengenai penyebab tenggelamnya kapal, Direktur Polair Polda NTT, Dwi Suseno mengaku kalau dari hasil pemeriksaan, diduga mengalami kerusakan pada bagian mesin pengisap air disekitar pantai Lingal sehingga air masuk ke dalam kamar mesin yang cukup banyak sehingga juragan kapal, Gerson Plaituka mengarahkan KM Nusa Kenari 02 ke daratan dan tenggelam.
Terdata kalau 45 orang penumpang selamat karena berenang ke tepian. Sementara tiga orang lainnya meninggal.
Masih ada lima orang penumpang masing-masing dua orang dewasa dan tiga orang anak kecil diidentifikasi hilang dan belum ditemukan.
“Korban meninggal dunia sementara dibawa ke Kalabahi (ibukota Kabupaten Alor) dengan speedboot Basarnas dan sped milik PT TOM yang membantu evakuasi,” tambah Dir Polair Polda NTT.
Juragan kapal Piterson Plaituka alias Gerson mengakui kalau sekitar pukul 01.00 wita kapal berbodi fiber menuju Pureman.
Dalam pelayaran tersebut, ombak besar memukul perahu sehingga air laut masuk ke kapal menyebabkan mesin kapal mati sehingga kapal dibelokkan ke darat dengan jarak 70 meter.
Sebagian besar penumpang terutama orang dewasa berenang ke darat dan berhasil selamat. Sementara korban meninggal adalah perempuan yang tidak mampu berenang hingga ke daratan.
Bangkai kapal pun sudah dievakuasi aparat Sat Polair Polres Alor dan dalam keadaan rusak.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur