Kamis, 20 Agustus 2026

Ziarah Mbah Moen dan Mbah Muslih di Ma'la, Perkuat Nasionalisme Jemaah Umrah

Ziarah Pemakaman Ma'la
Ahsan Fauzi - Selasa, 18 Agustus 2026 19:24 WIB
Ziarah Mbah Moen dan Mbah Muslih di Ma'la, Perkuat Nasionalisme Jemaah Umrah
Rifqi
Jemaah Umrah Biro Alfazza (PT Alfazza Nabawi Tour dan Travel) saat ziarah ke Makam Mbah Moen di Ma'la, Makkah

digtara.com - Jemaah umrah diajak berziarah di kompleks makam Ma'la, Makkah, tepatnya menziarahi ulama asal Indonesia yang memiliki rekam jejak nasionalis yang kuat, yakni; KH Muslih bin Abdurahman (Mbah Muslih Mranggen), KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan Syeh Nawawi al-Bantani (Mbah Nawawi).

Baca Juga:

Ketua Kelompok Umrah Biro Alfazza (PT Alfazza Nabawi Tour dan Travel), Ust. Ahmad Rifqi Hidayat AH menuturkan, pada masanya Mbah Muslih merupakan pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Laskar Hizbullah.

"Mbah Muslih bukan hanya ulama tarekat yang terkenal dan membesarkan pesantren Futuhiyyah Mranggen, tapi juga pejuang kemerdekaan," kata Rifqi seusai ziarah, Selasa (18/08/2026).

Rifqi yang pernah menjadi Ketua Keluarga Santri Semarang (Kesis) Mranggen melanjutkan, Syekh Muslih dikenal sebagai anggota laskar Hizbullah yang berlatih kemiliteran bersama Syeikh KH Abdulloh Abbas Buntet Cirebon dan memegang komando pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai/ulama di wilayah Demak selatan atau front Semarang wilayah Tenggara.

"Setelah Mbah Mad (KH. Ahmad Muthohar) wafat, pihak keluarga menemukan bukti bahwa Mbah Mad sebagai sekretaris, dan komandannya itu Mbah Muslih," ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyyatul Qurra' wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang ini menegaskan, pada umumnya ulama Indonesia merupakan pejuang agama dan pejuang kemerdekaan.

Baca Juga:

"Sejarah sudah membuktikan, saat ini semakin banyak ulama yang diajukan agar mendapatkan predikat pahlawan Nasional," tandasnya.

Tour Leader (TL) Biro Alfazza, Ust. Muhammad Zainuddin AH menambahkan, konsistensi Mbah Moen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah diakui semua kalangan tokoh nasional.

Meski demikian, ia menyatakan ziarah tersebut bukan bagian dari agenda, namun kesepakatan bersama jemaah untuk memanfaatkan waktu istirahat setelah umrah.

"Ziarah pada 18 Agustus 2026 ini merupakan inisiatif dari semua jemaah, karena memang ingin mendapatkan berkah para ulama nasionalis," jelasnya.

Dengan ziarah ini, lanjutnya, para jemaah umrah semakin mantap bahwa ulama Indonesia memiliki nasionalisme yang kuat.

"Jadi ulama Indonesia itu insyaallah tidak hanya fokus mengajar dan mendidik ilmu agama, lebih dari itu juga menanamkan nasionalisme kepada bangsa Indonesia," pungkasnya. (San).

Baca Juga:
Baca Juga:
Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru