Kamis, 09 April 2026

Iran Tutup Selat Hormuz Hari Ini, Kapal Tanker Putar Balik di Oman Picu Kekhawatiran Global

Arie - Kamis, 09 April 2026 17:51 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz Hari Ini, Kapal Tanker Putar Balik di Oman Picu Kekhawatiran Global
Bartarinha.ir
Iran kembali tutup Selat Hormuz hari ini, kapal tanker putar balik di Oman. Ketegangan AS-Iran dan serangan Israel picu krisis energi global.

digtara.com -Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Kamis, 9 April 2026, meskipun sebelumnya sempat muncul harapan pembukaan jalur strategis tersebut usai gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:

Laporan media lokal Iran, Bartarinha.ir, menyebutkan bahwa hingga hari ini Selat Hormuz masih ditutup total bagi sebagian besar lalu lintas kapal tanker.

Penutupan jalur vital perdagangan energi dunia ini disebut sebagai dampak dari meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk serangan Israel ke Lebanon yang dilaporkan menewaskan ratusan orang.

Kapal Tanker Putar Balik di Perairan Oman

Baca Juga:
Salah satu insiden mencolok terjadi pada kapal tanker AUROURA yang tiba-tiba mengubah arah saat melintasi kawasan tersebut.

Berdasarkan data pelacakan maritim, kapal pengangkut produk minyak itu melakukan putaran 180 derajat di dekat pesisir Musandam, Oman, sebelum kembali masuk ke wilayah Teluk Persia.

Manuver tersebut terjadi di jalur sensitif antara Pulau Larak dan Semenanjung Musandam, yang dikenal sebagai titik krusial dalam distribusi energi global.

Saat ini, kapal dilaporkan bergerak ke arah barat laut di bawah pengawasan otoritas maritim Iran.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia dengan tingkat kepadatan kapal yang sangat tinggi. Penutupan wilayah ini berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memicu kenaikan harga minyak.

Baca Juga:
Media Iran mengklaim sekitar 99 persen kapal tidak dapat melintas di kawasan tersebut. Hanya sejumlah kapal tertentu, termasuk milik Iran dan China, yang masih diizinkan beroperasi.

Kondisi ini memperlihatkan meningkatnya kontrol Iran terhadap jalur strategis tersebut di tengah konflik yang terus berkembang.

Ketegangan Iran, AS, dan Israel Meningkat

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Amerika Serikat kini berada dalam ancaman serius.

Menurutnya, sejumlah pelanggaran terhadap kesepakatan awal telah merusak dasar dialog antara kedua negara.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan bahwa gencatan senjata maupun negosiasi tidak lagi relevan dalam kondisi saat ini.

Baca Juga:
Pemerintah Iran menilai terdapat tiga pelanggaran utama oleh pihak Barat dan Israel. Salah satunya adalah tidak diterapkannya gencatan senjata di seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon yang masih menjadi target serangan Israel terhadap Hizbullah.

Selain itu, Iran juga menyoroti dugaan pelanggaran wilayah udara setelah militer mereka mengklaim berhasil menembak jatuh pesawat tanpa awak yang memasuki teritorinya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak

Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak

Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury

Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury

Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melambung Tembus 82 Dolar AS

Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melambung Tembus 82 Dolar AS

Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi

Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi

Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel, Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara

Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel, Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara

Komentar
Berita Terbaru