Usai Kabur, Napi Predator Anak di Lapas Teluk Dalam Ditemukan Tewas
digtara.com | NISEL – Seorang narapindana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III-Teluk Dalam, Nias Selatan (Nisel) Sumatera Utara, tewas setelah sempat kabur dari lapas tersebut pada 21 Desember 2019 lalu.
Baca Juga:
Napi tersebut adalah Telius Halawa alias Ama Putri (39), warga Desa Sifaoroasi Kecamatan Amandraya, Nisel. Telius merupakan narapidana yang sedang menjalani hukuman 14 tahun penjara dalam kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur. Dimana korbanya adalah anak kandungnya sendiri.
Telius disebut-sebut tewas saat dibawa kembali ke Lapas Teluk Dalam, setelah ia ditangkap beberapa hari lalu. Ia diduga tewas akibat penganiayaan pada proses penangkapan. Itu karena dari tubuhnya terlihat sejumlah luka lebam. Dari hidung korban juga terus mengeluarkan darah.
Foto-foto jenazah Telius sempat diunggah ke sosial media Facebook. Foto itu juga diunggah ke sejumlah grup di Facebook, termasuk grup Halo Polisi yang dikelola kepolisian.
Sejumlah tanggapan muncul dari warganet atas kematian korban. Ada yang menganggap kematian Telius sebagai suatu kewajaran.
“Siapa suruh kabur,”sebut akun @Viky Albert Kusuma Panjaitan.
“Memang pantas itu diterima sama dia,”kata akun @Johansyah Yudisfira Lubis.
Namun ada pula yang berempati dan menduga korban dianiaya hingga tewas. Mereka meminta agar kematiannya di usut tuntas.
“Saya secara pribadi gk Bela sama sekali. Cuman sasaran pada oknum yg sudah melakukan tindakan kriminal. Apa itu juga kita Bela ya mas bro. Ini bukan masalah keberpihakan atau karena dia keluarga. Tapi sesuai prosedur yg kita ikuti,”sebut akun @SaferiusTrisnaHalawa.
[AS]
Video Penganiayaan Hewan Monyet di Malaka Viral, Polisi Amankan Petani dan Pelajar
Pria di Manggarai Barat Tewas Dianiaya Tiga Keponakannya
DPO Kasus Penganiayaan Berat di Kupang Diamankan Polisi Setelah Buron Enam Bulan
Di Masa Kepemimpinan AKBP Mirzal Maulana, Korban Penganiaya Miftahul Jannah Berharap Pelaku Dewi Segera Diproses
Tertangkap Berduaan Dengan Selingkuhan, Pria di Kota Kupang Malah Aniaya Istri Sah