Sabtu, 28 Februari 2026

Sempat Tiga Kali Coba Bunuh Diri, IRT di TTU Akhirnya Tewas Tergantung di Pohon

Imanuel Lodja - Rabu, 24 Agustus 2022 13:16 WIB
Sempat Tiga Kali Coba Bunuh Diri, IRT di TTU Akhirnya Tewas Tergantung di Pohon

digtara.com – Lusia Binsasi, seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Oesena Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri, Rabu (23/8/2022).

Baca Juga:

Ia ditemukan suaminya telah tewas akibat gantung diri di pohon kusambi.

“Iya, yang bersangkutan (Lusia) tewas gantung diri di pohon kusambi yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya,” kata Kasi Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor TTU Iptu I Ketut Suta, Rabu (24/8/2022) malam.

Berdasarkan keterangan suaminya lanjut Suta, kejadian itu bermula saat pada Minggu 21 Agustus 2022, Lusia bersama suami dan empat orang anak mereka, bersama keluarga besar berkumpul bersama di pemakaman umum di Desa Oesena untuk kegiatan adat.

Setelah selesai kegiatan, mereka kemudian kembali ke rumah pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita.

Tiba di rumah, Lusia langsung tidur, sedangkan suami dan anak-anak menonton acara televisi hingga mereka tertidur di ruangan depan.
Pada Senin (22/8/2022) subuh Lusia meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan suami dan anak-anaknya.

Saat suaminya bangun tidur, ia tak menemukan Lusia, sehingga dia berusaha mencari di sekitar rumah tapi tak ditemukan.

Sang suami pun berusaha mencari dan menemukan Lusia. Dia pun melaporkan kejadian itu kepada warga dan aparat desa.
Kasus itu lalu dilaporkan kepada aparat kepolisian terdekat.

“Menurut keterangan suaminya, korban ini sudah melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali tetapi tidak berhasil. Percobaan bunuh diri terakhir, pada 28 Maret 2022 di Kuatnana Desa Oesena, Kabupaten TTU namun tidak berhasil karena tali yang digunakan putus,” ungkap Suta.

Lusia diduga stres akibat penyakit kanker payudara dan maag akut yang diderita selama ini.

Keluarga pun menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak diotopsi. Keluarga membuat surat penolakan otopsi yang diserahkan ke pihak kepolisian Polres TTU.

Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru