Abah Ma’ruf: Jokowi Sangat Mencintai Ulama dan Santri
digtara.com | JAKARTA – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin mengakhiri acara di Jawa Timur dengan menghadiri pengajian akbar dan silaturahmi dengan santri milenial yang diselenggarakan di Kota Ngawi.
Baca Juga:
Terletak di Lapangan Merdeka atau alun-alun Ngawi, kedatangan Ma’ruf sekitar pukul 22:35 disambut lebih 1.000 orang.
Dalam sambutannya, Ma’ruf meminta dukungan dan doa restu kepada masyarakat atas terpilihnya dia menjadi calon wakil presiden.
“Karena itu dalam kesempatan ini saya ingin gunakan untuk minta doa, minta restu, dukungan, karena saya diajak Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden Republik Indonesia,” kata Ma’ruf seperti dilansir viva.
Ma’ruf kemudian menjelaskan latar belakang Jokowi selaku calon presiden petahana mengajak dirinya sebagai pendamping di pemilihan presiden 2019.
Disebut Ma’ruf, Jokowi memberi kehormatan kepada organisasi Nahdlatul Ulama. Tidak hanya itu, Ma’ruf menyebut penghormatan ini tidak hanya kepada NU saja, melainkan bentuk penghargaan kepada ulama.
“Oleh karena itu saya berharap dengan penghormatan ini maka saya harapkan nanti ada kader NU tidak hanya wakil presiden, tapi juga presiden,” ujarnya.
Dalam acara yang dihadiri Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan K.H Muhammad Ali Shodiqin, Ma’ruf juga menyebut, berbagai kemungkinan jika sebelumnya Jokowi dapat memilih calon wakil presidennya dari kalangan lain seperti politisi, pengusaha ataupun purnawirawan TNI/Polri.
Tapi yang ditangkap dari sosok Jokowi, lanjut Ma’ruf, selama ini mantan Gubernur DKI Jakarta itu banyak kebijakannya mendengar dan mempertimbangkan pendapat ulama.
“Beliau mencintai ulama dan santri. Alhamdulillah. Pak Jokowi itu bukan hanya didukung oleh ulama tapi Pak Jokowi itu menggandeng ulama,” kata Ma’ruf.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan