BNN RI: Selat Malaka Jalur Favorit, Tahun Lalu 5 Ton Sabu Masuk Indonesia
digtara.com | MEDAN – Indonesia masih menjadi negara tujuan utama penyeludupan narkoba oleh sindikat internasional. Hal ini disampaikan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen Arman Depari.
Baca Juga:
“Tahun lalu bahkan kita melihat adanya pengungkapan besar-besaran narkoba. Untuk jenis sabu saja ada sekitar 5 ton yang kita ungkap,” katanya, Rabu (16/1/2019).
Arman menjelaskan wilayah perairan menjadi jalur utama yang menjadi jalur utama para penyeludup untuk memasok narkoba tersebut. Salah satu jalur paling banyak mereka gunakan yakni perairan disepanjang Pantai Timur Sumatera.
“Selat Malaka menjadi jalur favorit. Disana mereka melakukan transaksi ditengah laut dengan sistem kapal ke kapal,” ujarnya.
Upaya penindakan dan pencegahan terus mereka lakukan. BNN RI menurutnya bahkan sudah menggandeng instansi lain untuk bersinergi melakukan pencegahan tersebut.
“Kita terus melakukan upaya bersama. Patroli bersama pihak lain seperti Bea dan Cukai, Polri, TNI AL dan lainnya terus kita jalin,” pungkasnya.
[JNI/AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur