Senin, 12 Januari 2026

Kemenlu dan Dubes Tiongkok Diskusikan isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap suku Uighur di China

Redaksi - Kamis, 20 Desember 2018 18:12 WIB
Kemenlu dan Dubes Tiongkok Diskusikan isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap suku Uighur di China

Digtara.com|MEDAN,– Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah mendiskusikan isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap suku Uighur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok, dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian.

Baca Juga:

pertemuan diadakan pada 17 Desember lalu, perwakilan Kemenlu menyampaikan keprihatinan berbagai kalangan di Indonesia mengenai kondisi masyarakat Uighur. ”Kemenlu menegaskan bahwa sesuai dengan Deklarasi Universal HAM PBB, kebebasan beragama dan kepercayaan merupakan hak asasi manusia. Merupakan tanggung jawab tiap negara untuk menghormatinya,” kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di sela-sela acara “Diplomacy Festival” (DiploFest) di Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu (19/12) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Tiongkok menyampaikan komitmen negaranya terhadap perlindungan HAM dan sependapat bahwa informasi mengenai kondisi masyarakat Uighur penting untuk diketahui publik. ”Walaupun merupakan isu dalam negeri China, Kemenlu mencatat keinginan Kedubes China di Jakarta untuk terus memperluas komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat madani untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi masyarakat Uighur di China,” ujar Arrmanatha.

Sementara itu, pemerintah Tiongkok menolak tudingan masyarakat internasional bahwa rezimnya telah melanggar HAM terhadap etnis Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. Pemerintah China beralasan tindakan tegas tersebut dilakukan untuk mencegah terjadi penyebaran ideologi radikal di kalangan masyarakat Uighur.

Konsul Jenderal China di Surabaya Gu Jingqi mengatakan persoalan yang dialami suku Uighur merupakan masalah separatis yang muncul dari sebagian kecil warga setempat. ”Warga muslim Uighur di Xinjiang sekitar 10 juta jiwa, sebagian kecil berpaham radikal ingin merdeka, pisah dari RRT. Itu yang kami, (Pemerintah China) atasi,” kata Jingqi dikutip dari Antara di Surabaya, Jumat (13/12). (ant)

(LPN)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Speed Boat Wisata Di Labuan Bajo-Manggarai Barat Terbakar, Dua Orang Alami Luka Bakar

Speed Boat Wisata Di Labuan Bajo-Manggarai Barat Terbakar, Dua Orang Alami Luka Bakar

Dua WNA China Pasok Rokok Ilegal dari Timor Leste

Dua WNA China Pasok Rokok Ilegal dari Timor Leste

WNA China Tersangka Penyelundup Manusia Dilimpahkan ke Kejaksaan

WNA China Tersangka Penyelundup Manusia Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tujuh WNA China Diduga Imigran Diserahkan Polres Rote Ndao Ke Imigrasi kelas I Kupang

Tujuh WNA China Diduga Imigran Diserahkan Polres Rote Ndao Ke Imigrasi kelas I Kupang

Tiga WNI Penyelundup WNA Asal China Ditahan Polres Rote Ndao

Tiga WNI Penyelundup WNA Asal China Ditahan Polres Rote Ndao

Tujuh Imigran Asal China Diamankan di Wilayah Rote Ndao-NTT

Tujuh Imigran Asal China Diamankan di Wilayah Rote Ndao-NTT

Komentar
Berita Terbaru