Pertemuan Jokowi-Prabowo Buat Indonesia Kembali Bersatu
Digtara.com | JAKARTA – Pasca pertemuaan Jokowi dengan Prabowo ditanggapi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Sutrisno Pangaribuan menilai, Indonesia memasuki demokrasi yang kurang menggembirakan sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Baca Juga:
- Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan untuk Perjuangan Buruh
- Koperasi Merah Putih Resmi Beroperasi, Wabup Deliserdang Ikuti Peresmian 1.061 KDKMP oleh Presiden Prabowo
- Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Muhammad Qodari Jadi Kepala Bakom RI, Rombak Struktur Komunikasi Istana
Menurutnya, semakin menegangkan di Pilpres 2019 yang telah dilalui. Sama dengan Pilpres 2014, Pilpres 2019 juga berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK). Hasil akhirnya ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Jokowi memenangi kedua Pilpres tersebut.
“Sebagai bagian dari tim kampanye Jokowi dalam dua Pilpres tersebut, kami selalu berusaha agar Pilpres berjalan dengan kegembiraan. Kami selalu berusaha membangun politik yang menggembirakan. Pilihan tersebut sesuai dengan arahan Jokowi, demi persatuan Indonesia,†kata Sutrisno.
Hari ini, semua menyaksikan Jokowi dan Prabowo bertemu di MRT. Mereka memilih tempat yang mengisyaratkan masa depan Indonesia. Transportasi publik masa depan, dipilih untuk tempat meneguhkan (kembali) komitmen kebangsaan.
“Kita semua anak bangsa yang bersatu untuk mewujudkan Indonesia berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Kita semua harus berjuang menghadapi tantangan bangsa dalam dinamika global,†ujarnya.
Sutrisno mengajak, masyarakat harus bergotong royong untuk mencapai tujuan bangsa yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah serta untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
“Partai Politik sebagai pilar demokrasi diharapkan membangun narasi- narasi kebangsaan. Bahkan memiliki komitmen yang tegas terhadap NKRI,†sebutnya
“Kontestasi politik periodik ke depan, kita harapkan menjadi kontestasi ide, gagasan, dan program konkrit untuk mencapai cita- cita bangsa. Sehingga setiap kali ada kontestasi politik periodik, kita terhindar dari semangat perpecahan,†tambahnya.
Sutrisno berharap semua narasi kebencian, permusuhan, dan hal- hal yang mengganggu keutuhan NKRI tidak lagi ada dalam percakapan keseharian. Ruang- ruang publik, termasuk media sosial diharapkan tidak lagi diiisi dengan berbagai ujaran kebencian, hoaks, dan fitnah.
“Kita semua bergerak bersama untuk Indonesia yang dicita- citakan. Jokowi dan Prabowo bertemu, Indonesia kembali bersatu,†tegasnya.[ana]
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan untuk Perjuangan Buruh
Koperasi Merah Putih Resmi Beroperasi, Wabup Deliserdang Ikuti Peresmian 1.061 KDKMP oleh Presiden Prabowo
Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Muhammad Qodari Jadi Kepala Bakom RI, Rombak Struktur Komunikasi Istana
11 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031 Terima SK Presiden Lewat Menag, Inilah Daftar Orangnya!
Kantor LBH Ansor Jawa Tengah Resmi Dilaunching, Siap Membela Rakyat Kecil