Jumat, 29 Agustus 2025

Bawaslu Sumut Minta Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Hoax Pemilu

Irwansyah Putra Nasution - Rabu, 24 April 2019 13:32 WIB
Bawaslu Sumut Minta Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Hoax Pemilu

Digtara.com | MEDAN – Ketua Bawaslu Sumatera Utara Syafrida R Rasahan mengaku kesal dengan banyaknya hoax tentang pemilu 2019 yang berseliweran di media sosial sehingga mengganggu kinerja penyelenggara dalam mensukseskan Pilpres dan Pileg 2019 dan membuat publik menjadi tidak percaya terhadap kinerja baik KPU maupun Bawaslu. Ia pun meminta kepada Polda Sumut untuk mengejar pelaku dan melakukan pengusutan, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga:

“Hoax yang terus terjadi sangat meresahkan penyelenggara dan saya berharap polisi dapat menekan hoax dan mengejar pelakunya,” katanya.

Syafrida yang akrab disapa Ida mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bertindak berlebihan terhadap informasi yang diterima. Sebaik masyarakat terlebih dahulu mengkroscek kebenarannya dan kalau pun benar ada pelanggaran maka harus dilibatkan penegak hukum yakni Bawaslu ataupun polisi untuk mencegah dan mengungkapnya. “Kan ada undang undangnya, setiap permasalahan pemilu diselesaikan di Bawaslu dan mengenai hasilnya nanti silahkan dibawa ke Mahkamah Konstitusi tapi jangan main hakim sendiri,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa form C1 yang bisa dijadikan alat bukti hukum adalah C1 yang berhologram dan salinan resmi berstempel basah dari penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU. Ini disampaikan Syafrida untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak termakan hoax yang belakangan ini terjadi dan sengaja disebar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Kalau yang fotocopy itu tidak bisa dijadikan alat bukti hukum. Yang sah itu yang berhologram dan salinan resmi atau kata lain stembel basah penyelengga,” tegas Ida.

Ia menjelaskan memperbanyak atau memfotocopy C1 bukanlah sebuah pelangggaran pemilu karena C1 itu barang umum yang harus diketahui publik asalkan dengan ketentuan sudah selesai dilakukan perhitungan atau rekapitulasi. “Lihat saja ditingkat kelurahan, C1 ditempelkan agar diketahui publik dan sebagai bentuk transparansi pelaksanaan pemilu,” ucapnya.

Nantinya, kata Ida kalau ditemukan perbedaan hitungan suara dalam catatan C1, maka penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU akan melakukan pendataan kembali dengan menghitung ulang surat suara disaksikan saksi atau perangkat yang sudah ditentukan. “Kesalahan pasti terjadi, banyak faktornya dari kelelahan petugas hingga kelalaian. Namun kalau kesalahan itu disengaja sebagai bagian dari kecurangan, maka ada sanksi pidananya,” ujarnya.

Ida juga meminta masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu dalam pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 hingga tuntas. Salah satunya dengan menyelesaikan semua dugaan pelangaran yang terjadi di ranah hukum.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Irwansyah Putra Nasution
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Taktik Jitu Nova Arianto! Garuda Muda Bungkam Uzbekistan 2-0 di Piala Kemerdekaan 2025

Taktik Jitu Nova Arianto! Garuda Muda Bungkam Uzbekistan 2-0 di Piala Kemerdekaan 2025

KAI Sumut Sediakan 39.828 Tiket untuk Libur Panjang HUT RI ke-80, Masih Banyak yang Tersisa

KAI Sumut Sediakan 39.828 Tiket untuk Libur Panjang HUT RI ke-80, Masih Banyak yang Tersisa

Jelang Piala Kemerdekaan, Timnas Indonesia U-17 Jajal Rumput Stadion Utama Sumatera Utara

Jelang Piala Kemerdekaan, Timnas Indonesia U-17 Jajal Rumput Stadion Utama Sumatera Utara

Kasi Keuangan Polres Padangsidimpuan Dipecat, Ini Kasusnya!

Kasi Keuangan Polres Padangsidimpuan Dipecat, Ini Kasusnya!

Sumut Pecah! 5 Provinsi Baru Akan Lahir dari Sumatera Utara, Wilayah Kepemimpinan Bobby Nasution Bakal Berkurang

Sumut Pecah! 5 Provinsi Baru Akan Lahir dari Sumatera Utara, Wilayah Kepemimpinan Bobby Nasution Bakal Berkurang

Rumah Mewah di Medan Jadi Tempat Pengemasan 100 Kg Sabu, 4 Orang Ditangkap

Rumah Mewah di Medan Jadi Tempat Pengemasan 100 Kg Sabu, 4 Orang Ditangkap

Komentar
Berita Terbaru