Bukan karena RAM! Ini Yang Bikin Harga Laptop Windows Terancam Naik
digtara.com -Harga laptop Windows diprediksi kembali mengalami kenaikan secara global dalam waktu dekat. Kenaikan tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan RAM atau komponen perangkat keras, melainkan perubahan biaya lisensi sistem operasi Windows yang dibebankan kepada produsen laptop.
Baca Juga:
Namun, kali ini faktor yang berpotensi membuat harga laptop naik berasal dari sisi perangkat lunak.
Microsoft Naikkan Harga Lisensi Windows untuk Produsen Laptop
Mengutip TechPowerUp, potensi kenaikan harga laptop berkaitan dengan perubahan kebijakan Microsoft terhadap lisensi Windows untuk produsen komputer atau Original Equipment Manufacturer (OEM).Berdasarkan laporan media Taiwan UDN, Microsoft telah mengirimkan pemberitahuan kepada para mitra manufakturnya terkait perubahan biaya lisensi Windows.
Tarif lisensi yang dibebankan kepada produsen dilaporkan meningkat sekitar 7 persen hingga 10 persen.
Baca Juga:Kenaikan tersebut dinilai cukup signifikan dibandingkan penyesuaian tarif pada tahun-tahun sebelumnya. Microsoft memang diketahui secara berkala melakukan penyesuaian biaya lisensi Windows, tetapi kenaikannya biasanya berada pada tingkat yang lebih rendah.
Besaran biaya secara pasti tidak diketahui karena Microsoft menerapkan kontrak yang berbeda dengan setiap produsen.
Produsen Besar Bisa Mendapat Harga Lisensi Lebih Kompetitif
Produsen laptop dengan volume produksi besar seperti Dell, HP, ASUS, dan Acer diperkirakan memiliki posisi negosiasi yang lebih kuat.Skala produksi yang tinggi memungkinkan perusahaan besar mendapatkan kesepakatan lisensi yang lebih kompetitif dibandingkan produsen dengan kapasitas produksi lebih kecil.
Sebaliknya, produsen yang menjual laptop dalam jumlah lebih sedikit berpotensi merasakan dampak kenaikan biaya lisensi secara lebih besar.
Harga Laptop Windows Berpotensi Ikut Naik
Kenaikan biaya lisensi pada akhirnya dapat menjadi tambahan beban bagi produsen laptop. Biaya tersebut berpotensi diperhitungkan ke dalam harga jual perangkat kepada konsumen.Dengan demikian, harga laptop Windows dan komputer desktop berbasis Windows berpotensi menjadi lebih mahal dalam waktu dekat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi konsumen yang sedang merencanakan pembelian laptop baru, terutama jika produsen mulai memasukkan kenaikan biaya lisensi ke dalam harga perangkat.
Microsoft sendiri disebut tengah melakukan investasi besar pada pengembangan perangkat lunak. Perusahaan terus melakukan pembaruan terhadap Windows 11 untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memperbaiki sejumlah persoalan pada pembaruan sebelumnya.
Baca Juga:
5 Merek Laptop Terbaik 2026 yang Paling Dipercaya di Indonesia
4 Tips Meeting Online Lebih Profesional dengan Windows Studio Effects
ASUS ExpertBook Ultra Resmi Hadir, Laptop Flagship untuk Profesional dan Korporasi
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Murah Ryzen 5 dengan RAM Upgrade hingga 32GB
5 Rekomendasi Laptop untuk AutoCAD Harga Miring, Cocok untuk Mahasiswa Teknik