ChatGPT Prediksi Harga Bitcoin Berpotensi Tembus Rp2,71 Miliar pada Akhir 2026
digtara.com - Kecerdasan buatan (AI) ChatGPT yang dikembangkan OpenAI memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi mencatatkan kenaikan signifikan hingga akhir 2026. Dalam skenario dasar, aset kripto terbesar di dunia itu diperkirakan dapat mencapai US$150.000 atau sekitar Rp2,71 miliar dengan asumsi kurs Rp18.080 per dolar AS.
Baca Juga:
Bahkan, apabila sentimen pasar sangat kuat, Bitcoin disebut memiliki peluang menyentuh level US$250.000 atau sekitar Rp4,52 miliar.
Sebagai perbandingan, harga Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$64.000 atau sekitar Rp1,16 miliar, berdasarkan data CoinMarketCap.
Regulasi Dinilai Jadi Katalis Utama
Dalam analisanya, ChatGPT menilai potensi kenaikan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi satu faktor, melainkan kombinasi berbagai katalis yang dinilai lebih kuat dibandingkan siklus pasar sebelumnya.Salah satu faktor utama adalah semakin jelasnya regulasi aset digital di Amerika Serikat. Rancangan Undang-Undang CLARITY Act yang telah lolos dari Dewan Perwakilan Rakyat AS kini memasuki pembahasan di Senat.
Kepastian regulasi dinilai dapat mengurangi ketidakpastian hukum yang selama ini menjadi pertimbangan investor institusi untuk masuk ke pasar aset digital.
Baca Juga:
Selain itu, ChatGPT juga menilai GENIUS Act berpotensi memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi stablecoin dan industri aset digital di Amerika Serikat.
Dukungan Kebijakan dan Adopsi Institusi
AI tersebut juga menyoroti kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang dinilai lebih terbuka terhadap industri kripto.Salah satu kebijakan yang dianggap positif adalah rencana pembentukan Strategic Bitcoin Reserve, yakni cadangan Bitcoin milik pemerintah yang direncanakan tidak akan dilepas ke pasar.
Menurut analisis tersebut, langkah tersebut dapat meningkatkan legitimasi Bitcoin sebagai aset strategis dan memperkuat kepercayaan pasar.Di sisi lain, akses investor institusi terhadap Bitcoin juga dinilai semakin luas. Beberapa faktor yang disebut mendukung antara lain:
- Kehadiran Spot Bitcoin ETF.
- Mekanisme in-kind creation and redemption pada ETF.
- Potensi investasi Bitcoin melalui program pensiun 401(k).
- Dicabutnya aturan akuntansi kustodian SAB 121.
- Persetujuan Office of the Comptroller of the Currency (OCC) bagi perbankan untuk menyediakan layanan penyimpanan aset kripto.
- Penerapan standar akuntansi fair value oleh Financial Accounting Standards Board (FASB).
Sepanjang 2025, dana investasi aset digital dilaporkan berhasil menghimpun dana sekitar US$47,2 miliar atau setara Rp853,4 triliun.
Selain itu, perusahaan Strategy disebut telah menguasai lebih dari 845.000 Bitcoin, yang dinilai memperkuat permintaan jangka panjang di tengah pasokan Bitcoin yang semakin terbatas pasca peristiwa halving.
Skenario Risiko Tetap Terbuka
Meski memberikan proyeksi positif, ChatGPT juga menyusun skenario yang lebih konservatif.Dalam kondisi tersebut, harga Bitcoin diperkirakan dapat terkoreksi ke kisaran US$45.000 hingga US$60.000, atau sekitar Rp813 juta hingga Rp1,08 miliar.
Skenario tersebut dapat terjadi apabila pengesahan CLARITY Act mengalami penundaan, inflasi Amerika Serikat kembali meningkat sehingga Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi, arus dana keluar dari ETF Bitcoin meningkat, atau perusahaan-perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin terpaksa menjual asetnya untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.
Meski demikian, ChatGPT menegaskan bahwa proyeksi harga US$150.000 bukan merupakan kepastian, melainkan estimasi berdasarkan kondisi pasar saat ini dengan mempertimbangkan keseimbangan antara potensi keuntungan dan berbagai risiko yang masih dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Quantum Computing Jadi Tantangan Baru Industri Kripto, Ini Risiko dan Peluangnya
5 Aplikasi Trading Modal Kecil Terbaik 2026, Cocok untuk Pemula Mulai Rp10 Ribuan
Perbandingan Gemini vs ChatGPT-4o: Mana AI Terbaik untuk Kreativitas dan Riset?
Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di HP Android untuk Pemula
OpenAI Kenalkan Browser Pesaing Google, Namanya ChatGPT Atlas
Indonesia Masuk 10 Besar Negara Penambang Bitcoin Terbesar di Dunia
Mabuk Miras, Pemuda di Kota Kupang Ribut di Depan Rumah Sakit
Polwan Polres TTS Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Siswa di Wilayah Terpencil
Tim SAR Gabungan Evakuasi Empat Warga Kabupaten Manggarai Timur Korban Gempa ke Labuan Bajo
Kapolri dan Kapolda NTT Bantu Perbaikan Rumah Anggota Polres Ende Korban Gempa
Kunjungi Pengungsi di Maumere, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat
Masjid di Ende Rusak Akibat Gempa, Kapolda NTT Sumbang Donasi dan Beri Bansos
Fasilitas RSUD Ruteng Dipindahkan ke Rumah Sakit Lapangan Dekat Bandara