Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak
digtara.com - Dosen dan mahasiswa program studi Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT memberikan pelatihan stimulasi perkembangan anak pada orangtua dengan Balita.
Baca Juga:
- Unisvet Semarang Dorong Kegiatan Kemahasiswaan. Wakil Rektor III Unisvet: Media untuk Mengembangkan Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial
- Temui Kapolda NTT, Mahasiswa Asal Sumba Dukung Penertiban Miras Pemicu Tindak Pidana
- Lakonkan 26 Adegan Pembunuhan Mahasiswa, Saksi Diteriaki dan Dimaki Kerabat Tersangka
Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Para dosen dan mahasiswa Psikologi ini menggandeng Puskesmas Oepoi, Kupang dan digelar pada Jumat (2/8/2024) di aula Puskesmas Oepoi Kupang.
Tim dosen dipimpin Dian Lestari Anakaka, S.Psi M.Psi Psikolog (Ketua Tim Pengabdian) dan Feronika Ratu, S.Psi M.Psi Psikolog serta Shela C Pello, S.KM M.Kes.
Kepala Puskesmas Oepoi, Elfride Ruth menyambut baik kegiatan pelatihan stimulasi perkembangan pada Balita dan memfasilitasi dengan menyediakan tempat kegiatan di aula puskesmas Oepoi.
Ketua tim pengabdian, Dian Lestari Anakaka, S.Psi M.Psi Psikolog menyebutkan kalau kegiatan ini dilakukan agar orangtua dengan anak balita memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan stimulasi perkembangan secara mandiri di rumah terutama berkaitan dengan kemampuan dasar.
Stimumasi ini meliputi motorik halus sebagai aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu.
"Juga melibatkan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat memotong atau menggunting, menjepit, menempel, menggambar, menulis," ujarnya, Jumat (2/8/2024).
Ada pula motorik kasar yakni aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti mengangkat kepala, berguling, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, menendang.
Selain itu kemandirian dan sosialisasi aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak.
"Anak bisa makan sendiri, membereskan mainan setelah bermain, berpisah dengan ibu/pengasuh, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya," tambahnya.
Unisvet Semarang Dorong Kegiatan Kemahasiswaan. Wakil Rektor III Unisvet: Media untuk Mengembangkan Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial
Temui Kapolda NTT, Mahasiswa Asal Sumba Dukung Penertiban Miras Pemicu Tindak Pidana
Lakonkan 26 Adegan Pembunuhan Mahasiswa, Saksi Diteriaki dan Dimaki Kerabat Tersangka
Tujuh Tersangka Pembunuhan Mahasiswa di Kupang Diburu Dari Kalimantan, Jakarta, Bali Hingga Kupang
Polda NTT Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Mahasiswa di Kupang