Sabtu, 17 Januari 2026

Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak

Imanuel Lodja - Jumat, 02 Agustus 2024 13:03 WIB
Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak
istimewa
Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak

digtara.com - Dosen dan mahasiswa program studi Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT memberikan pelatihan stimulasi perkembangan anak pada orangtua dengan Balita.

Baca Juga:

Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Para dosen dan mahasiswa Psikologi ini menggandeng Puskesmas Oepoi, Kupang dan digelar pada Jumat (2/8/2024) di aula Puskesmas Oepoi Kupang.

Tim dosen dipimpin Dian Lestari Anakaka, S.Psi M.Psi Psikolog (Ketua Tim Pengabdian) dan Feronika Ratu, S.Psi M.Psi Psikolog serta Shela C Pello, S.KM M.Kes.

Kepala Puskesmas Oepoi, Elfride Ruth menyambut baik kegiatan pelatihan stimulasi perkembangan pada Balita dan memfasilitasi dengan menyediakan tempat kegiatan di aula puskesmas Oepoi.

Ketua tim pengabdian, Dian Lestari Anakaka, S.Psi M.Psi Psikolog menyebutkan kalau kegiatan ini dilakukan agar orangtua dengan anak balita memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan stimulasi perkembangan secara mandiri di rumah terutama berkaitan dengan kemampuan dasar.

Stimumasi ini meliputi motorik halus sebagai aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu.

"Juga melibatkan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat memotong atau menggunting, menjepit, menempel, menggambar, menulis," ujarnya, Jumat (2/8/2024).

Ada pula motorik kasar yakni aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti mengangkat kepala, berguling, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, menendang.

Selain itu kemandirian dan sosialisasi aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak.

"Anak bisa makan sendiri, membereskan mainan setelah bermain, berpisah dengan ibu/pengasuh, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya," tambahnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Unisvet Semarang Dorong Kegiatan Kemahasiswaan. Wakil Rektor III Unisvet: Media untuk Mengembangkan Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

Unisvet Semarang Dorong Kegiatan Kemahasiswaan. Wakil Rektor III Unisvet: Media untuk Mengembangkan Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

Temui Kapolda NTT, Mahasiswa Asal Sumba Dukung Penertiban Miras Pemicu Tindak Pidana

Temui Kapolda NTT, Mahasiswa Asal Sumba Dukung Penertiban Miras Pemicu Tindak Pidana

Lakonkan 26 Adegan Pembunuhan Mahasiswa, Saksi Diteriaki dan Dimaki Kerabat Tersangka

Lakonkan 26 Adegan Pembunuhan Mahasiswa, Saksi Diteriaki dan Dimaki Kerabat Tersangka

Tujuh Tersangka Pembunuhan Mahasiswa di Kupang Diburu Dari Kalimantan, Jakarta, Bali Hingga Kupang

Tujuh Tersangka Pembunuhan Mahasiswa di Kupang Diburu Dari Kalimantan, Jakarta, Bali Hingga Kupang

Polda NTT Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Mahasiswa di Kupang

Polda NTT Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Mahasiswa di Kupang

Tiga Tahun Berlalu, Polda NTT Tangkap Tujuh Pelaku Pembunuhan Mahasiswa di Kupang

Tiga Tahun Berlalu, Polda NTT Tangkap Tujuh Pelaku Pembunuhan Mahasiswa di Kupang

Komentar
Berita Terbaru