Saham Cina Melemah Dipicu Ketakutan Kebangkitan Covid-19

digtara.com – Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin dipicu ketakutan terhadap kebangkitan pandemi ketika klaster-klaster kasus baru infeksi COVID-19 muncul kembali di beberapa kota negara itu.
Baca Juga:
Indikator utama Indeks Komposit Shanghai merosot 1,02 persen menjadi ditutup pada 2.890,03 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen di bursa kedua China berakhir 0,53 persen lebih rendah pada 11.192,27 poin.
Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 759,51 miliar yuan (sekitar 107,12 miliar dolar AS), meningkat dari 699,24 miliar yuan (sekitar 98,67 miliar dolar AS) pada perdagangan akhir pekan lalu seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/06/2020).
Jumlah saham turun melampaui yang naik, sebanyak 983 saham terhadap 471 saham di bursa Shanghai dan 1.244 saham terhadap 887 saham di bursa Shenzhen.
Perusahaan yang terkait dengan cloud gaming dan vaksin biotek memimpin kenaikan, sementara saham-saham jasa pengiriman bandara, sektor katering dan hotel mengalami kerugian.
Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, bertambah 0,58 persen menjadi ditutup pada 2.219,55 poin.
[ya]
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur
