Rupiah Masih Berpotensi Kembali Terapresiasi
digtara.com – Pada perdagangan Kamis (9/4/2020) Kurs rupiah makin menunjukkan tenaganya pekan ini di pasar spot.
Baca Juga:
kurs rupiah menutup perdagangan dengan gemilang, dengan penguatan 2,27% dari hari sebelumnya ke Rp 15.880 per dollar Amerika Serikat (AS).
Dengan begitu, sejak akhir pekan lalu, kurs spot rupiah sudah menguat 3,35%. Kinerja positif rupiah juga terlihat di kurs tengah Bank Indonesia. Sepekan terakhir, kurs JISDOR menguat 1,35% ke level Rp 16.241.
Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebutkan, para pelaku pasar tengah bergairah dan kembali melirik aset berisiko.
Hal ini imbas berbagai faktor, mulai dari banyak negara yang tengah mengkaji mencabut lockdown, AS yang masih akan jorjoran memberikan stimulus,
“Hingga optimisme pasar jelang pertemuan OPEC+ yang diperkirakan akan mengurangi produksi,” ujar Faisyal, Kamis (9/4).
Dari internal, langkah-langkah intervensi yang dilakukan BI berhasil menopang kinerja positif rupiah.
Sementara Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana melihat, hasil penerbitan pandemic bond oleh pemerintah mulai mengalir ke Indonesia. Kondisi ini memperkuat posisi kurs rupiah.
Kedua analis memperkirakan, kurs rupiah masih memiliki potensi kembali terapresiasi pada pekan depan.
Kurs rupiah akan menguat jika pertemuan OPEC berjalan lancar dan sepakat memangkas jumlah produksi. Kondisi ini akan menjadi katalis positif bagi rupiah.
Faisyal memperkirakan pekan depan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 15.600-Rp 16.600 per dollar AS.
Sementara Fikri menghitung kurs rupiah akan berada di kisaran Rp 14.950-Rp 16.350 per dollar AS pekan depan
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur