Rupiah Melemah ke Level Rp16.403/U$D
digtara.com – Pada perdagangan Rabu (1/4) pukul 9.58 WIB nilai tukar rupiah melemah ke Rp 16.403 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Baca Juga:
Kurs rupiah spot melemah 0,57% dari harga penutupan perdagangan kemarin pada Rp 16.310 per dolar AS.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa penyebaran virus korona diperkirakan mencapai puncak di bulan April.
Pemerintah memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi menjadi 2,3% dari sebelumnya 5,3%. Inflasi pun diprediksi berada di 3,9%-5,1%.
Menkeu mengatakan, kurs bisa mencapai Rp 17.500 per dolar AS pada tahun ini. Sri Mulyani mengatakan, dengan skenario terburuk, rupiah bisa melemah ke Rp 20.000 terhadap dolar AS.
Di pasar opsi, rupiah diramal melemah hingga Rp 16.950 per dolar AS dalam tiga bulan ke depan. Sementara Rabobank memperkirakan rupiah akan melemah ke Rp 17.922 per dolar AS di kuartal kedua ini.
“Masih ada tekanan pada rupiah meski AS meluncurkan stimulus. Likuiditas dolar tidak serta merta menuju emerging market dan permintaan dolar akan tetap tinggi,” kata Raphie Hayat, ekonom senior Rabobank kepada Bloomberg.
Pekan lalu, rupiah mencapai posisi terlemah Rp 16.575 per dolar AS, mendekati rekor tertinggi Rp 16.650 per dolar AS yang tercapai pada 17 Juni 1998 ketika krisis keuangan Indonesia.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur