Senin, 20 April 2026

Asita Sebut Banyak Paket Wisata Dibatalkan Akibat Wabah Korona

- Sabtu, 29 Februari 2020 10:02 WIB
Asita Sebut Banyak Paket Wisata Dibatalkan Akibat Wabah Korona

digtara.com | MEDAN – Wabah virus korona (Cordiv-19), telah memberikan dampak yang cukup besar pada kegiatan kepariwisataan. Akibat wabah itu, banyak paket perjalanan wisata yang sedianya sudah dijadwalkan, terpaksa dibatalkan.

Baca Juga:

Hal itu diakui, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Utara, Solahuddin Nasution di Medan, Sabtu (20/2/2020).

“Pembatalan paket perjalanan wisata luar negeri dari dan ke Sumatera Utara terus meningkat dengan dalih khawatir serangan virus corona (Covid-19) yang mewabah hingga ke berbagai negara,”sebutnya Solahuddin seperti dilansir Antara.

“Ada konsumen yang langsung membatalkan dan sebagian menunda perjalanan dari dan ke Sumut,”tambahnya.

Menurut Solahuddin, turun dan bahkan nyaris tidak adanya wisatawan asing yang datang dan warga Sumut yang berangkat ke luar negeri membuat bisnis perjalanan wisata di Sumut drastis turun.

“Bisnis perjalanan wisata benar – benar hancur. Apalagi wisata umrah terganggu juga akhirnya,” katanya.

Solahuddin menyebutkan, kalau hingga Juni Covid-19 masih juga mewabah, maka sudah dipastikan bisnis usaha perjalanan wisata Sumut tahun 2020 hancur. Alasan dia, wisatawan biasanya melakukan pemesan paket wisata atau minimal tiket penerbangan untuk berwisata pada jauh hari sebelum keberangkatan.

“Virus Covid-19 benar – benar mengganggu bisnis pariwisata. Kasus Virus Corona lebih memberi dampak negatif dibandingkan saat krisis global,” ujar Solahuddin.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana, menyebutkan, Virus Corona juga berdampak pada menurunnya hunian hotel.

“Biasanya tamu Malaysia dan Singapura masih tetap ada menginap di hotel walau ada krisis global. Namun sejak serangan Virus Corona nyaris tidak ada,” ujarnya.

Hunian hotel semakin sepi karena wisatawan nusantara juga terlihat tren menurun.

“Hunian hotel tidak sampai 50 persen. Tamu kebanyakan dari lokal atau sekitar Sumut,” ujar Denny.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru