Harga Minyak Mentah Kembali Meroket
digtara.com | TOKYO – Pada perdagangan Kamis (20/2/2020) pagi ini, harga minyak mentah kembali meroket setelah naik hampir 1%. Penyebabnya, khawatir permintaan berkurang mulai memudar usai penurunan tajam dalam kasus virus corona di Provinsi Hubei.
Baca Juga:
Mengutip Reuters, Kamis (20/2) pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent kontrak April 2020 di ICE Futures naik 45 sen atau 0,8% ke US$ 59,57 per barel. Posisi ini melanjutkan penguatan setelah di hari sebelumnya berhasil melesat 2,4%.
Setali tiga uang, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2020 di Nymex bertambah 49 sen atau 0,9% ke US$ 53,78 per barel. Pada Rabu (19/2), harga minyak WTI ditutup dengan penguatan 2,4%.
“Pelaku pasar mulai menyadari bahwa seburuk-buruknya kehancuran permintaan akibat corona virus, berkurangnya ekspor dari Libya mungkin dapat mengatasi pelemahan permintaan minyak,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.
Seperti diketahui, ketegangan di Libya yang telah menyebabkan pemblokiran pelabuhan dan ladang minyaknya tidak menunjukkan tanda-tanda akan segara berakhir. Sementara itu, sanksi AS terhadap anak perusahaan utama minyak Rusia, Rosneft untuk memotong minyak mentah Venezuela telah membantu menghidupkan kembali kekhawatiran pasokan minyak global.
“Libya mengekspor 1,2 juta barel per hari. Itu lebih dari perkiraan berkurangnya produksi sekitar 400.000 barel per hari menjadi 1 juta barel,” kata Flynn.
Pemimpin Libya yang diakui secara internasional Fayez al-Serraj memupus harapan untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian pada Rabu (19/2) setelah Tentara Nasional Libya (LNA) Khalifa Haftar menembaki pelabuhan ibukota, yang dipegang oleh pemerintah al-Serraj.
Konflik yang sedang berlangsung telah memangkas ekspor minyak sebesar 1 juta barel per hari (bpd), sementara kerugian dari blokade minyak telah melebihi US$ 1,6 miliar.
“Ketegangan di Libya terus mengancam pasokan minyak. Terlebih, AS memberlakukan sanksi kepada produsen terbesar Rusia, yang dapat semakin memperketat pasokan ke pasar Asia. Kedua perkembangan ini dapat mengurangi kerugian permintaan akibat virus corona,” kata ANZ Bank dalam sebuah catatan.
Dalam kasus terbaru, Provinsi Hubei mengungkapkan, China memiliki 349 kasus baru yang dikonfirmasi kemarin. Ini terendah dalam lebih dari tiga minggu, sementara jumlah kematian meningkat 108, turun dari 132 hari sebelumnya.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur