Virus Corona Menyengat Rupiah Spot Turun
digtara.com | JAKARTA -Wabah virus corona yang semakin mengkhawatirkan dan banjir data ekonomi baik domestik maupun global mempengaruhi pergerakan rupiah pekan ini.
Baca Juga:
Pada perdagangan Jumat (31/1) rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 13.655 per dolar AS, menguat 0,01% dibanding sehari sebelumnya yang ada di Rp 13.657 per dolar AS. Namun, selama sepekan, rupiah di pasar spot melemah 0,53% terhadap dolar AS.
Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, pada pekan ini rupiah cenderung bergerak sideways. Dari dalam negeri menurut Reny pergerakan rupiah sepekan ke belakang salah satunya dipengaruhi oleh data ekonomi yang dirilis menjelang akhir bulan.
“Misalnya BI rate yang masih dipertahankan di level 5%. Kemudian dari sisi eksternal rilis hasil FOMC Meeting Januari, The Fed belum mengubah arah suku bunganya. Kekhawatiran pasar terhadap virus corona ini juga membuat investor cenderung memegang safe haven currency. Jadi masih cukup positif untuk US dolar, yen,†kata Reny.
Analis Monex Investindo Future Indeks Ahmad Yudiawan menambahkan pergerakan rupiah sepekan ini tidak terlepas dari perkembangan kesepakatan dagang AS-China yang masih memberikan angin segar bagi rupiah karena membaiknya hubungan dua negara tersebut dapat mengembalikan minat pelaku pasar terhadap aset berisiko seperti rupiah.
Virus corona juga turut pengaruhi pasar pekan ini. Dari dalam negeri , langkah BI yang masih menetapkan suku bunga acuan 5% memberikan daya tarik bagi pelaku pasar untuk berinvestasi di Indonesia.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur