Retorika Donald Trump Memicu Bursa Asia Menguat
digtara.com | TOKYO – Awal perdagangan, Jumat (6/12/2019) Bursa saham Asia menguat. Retorika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat harapan investor naik pada kesepakatan perdagangan dengan China.
Baca Juga:
Sementara, harga minyak duduk di dekat level tertinggi dua bulan setelah negara-negara produsen minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia menyetujui pengurangan produksi lebih lanjut.
Melansir Reuters, indeks Nikkei Jepang naik 0,28% dan indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,19%. Saham Australia naik 0,24%, sedangkan Kospi Korea Selatan naik 0,57%.
Trump mengatakan pada hari Kamis (5/12), bahwa pembicaraan perdagangan AS-China “bergerak terus,” memicu nada optimisme meskipun kurangnya kesepakatan mengenai apakah tarif yang ada harus diturunkan sebagai bagian dari negosiasi.
Investor berharap AS-China akan mencapai kompromi untuk setidaknya menghindari ketakutan terburuk mereka – bahwa AS akan melanjutkan batch terakhir dari tarif sekitar US$ 156 miliar dari ekspor China.
Selain seputar isu kesepakatan perdagangan AS-China, kegelisahan menjelang rilis data payroll AS juga bisa mengurangi semangat perdagangan pada hari ini.
Di sisi lain, harga minyak naik tips setelah negara-negara pengekspor minyak (OPEC) sepakat pada hari Kamis untuk memangkas produksi 500.000 barel per hari pada kuartal pertama 2020.
Rincian perjanjian dan bagaimana pemotongan akan didistribusikan di antara produsen masih perlu disahkan pada pertemuan di Wina, antara negara-negara OPEC dan non-OPEC, atau yang disebut OPEC +, hari ini.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan