IHSG Diproyeksi akan Melanjutkan Pelemahan
digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan data Selasa (26/11/2019) kemarin, IHSG ditutup melemah 0,73% ke level 6.026,188. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (27/11/2019) diproyeksi akan melanjutkan pelemahan.
Baca Juga:
Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menjelaskan pelemahan perdagangan besok juga masih disebabkan minimnya sentimen positif dari pasar domestik. Salah satunya, data makroekonomi domestik yang belum memberikan dampak besar terhadap pasar.
Selain itu, adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan. JP Morgan misalnya, memproyeksikan GDP Indonesia akan berada di angka 4,9%. Sementara itu, OECD memproyeksikan GDP Indonesia di level 5,04%.
Nafan memproyeksikan pergerakan IHSG Selasa (26/11) akan support ada level 5.988,87 dan resistance pada level 6.062,98.
“Berdasarkan indikator, MACD sudah berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan oversold. Di sisi lain, terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation,” katanya.
Tidak jauh berbeda, Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi IHSG besok berpotensi melemah cukup besar di kisaran level 6.000 hingga 6.080.
Beberapa hal yang memperberat pergerakan IHSG di antaranya tidak adanya perubahan tingkat suku bunga The Fed dalam waktu dekat, kesepakatan dagang antara China dan Amerika yang semakin baik, serta loan growth Indonesia yang dirilis Kamis nanti diprediksi turun kembali.
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS