Minggu, 17 Mei 2026

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

Arie - Kamis, 30 April 2026 08:31 WIB
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
net
Ilustrasi.

digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (29/4/2026) setelah sebelumnya mengalami koreksi selama tujuh hari berturut-turut. Penguatan ini menjadi sinyal awal potensi rebound di tengah tekanan pasar global.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile, IHSG naik 0,41 persen atau 28,84 poin ke level 7.101,23. Sebanyak 399 saham menguat, 297 saham melemah, dan 263 saham stagnan.

Saham Big Caps Jadi Penopang IHSG

Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham-saham ini menjadi motor utama yang menopang laju indeks di tengah volatilitas pasar.

Baca Juga:
Beberapa saham unggulan yang mencatatkan kenaikan antara lain:

  • BREN naik 1,72 persen ke Rp4.730
  • AMMN menguat 1,46 persen ke Rp5.200
  • TLKM naik 1,77 persen ke Rp2.870
  • ASII menguat 0,41 persen ke Rp6.050
  • PANI naik 1,17 persen ke Rp8.650
Selain itu, saham lain seperti CUAN, BBNI, CDIA, IMPC, dan UNTR juga turut menguat dan memberikan kontribusi positif terhadap indeks.

Analisis Teknikal: Sinyal Rebound Mulai Terlihat

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa meskipun IHSG menguat, tekanan teknikal masih membayangi pergerakan indeks.

Secara teknikal, terbentuk pola death cross antara MA5 dan MA20, yang diperkuat oleh pelebaran negatif pada histogram MACD. Hal ini menandakan tren jangka pendek masih cenderung lemah.

Namun, indikator stochastic RSI telah memasuki area oversold, yang membuka peluang terjadinya technical rebound dalam jangka pendek.

Baca Juga:
Sentimen Global dan Domestik Pengaruhi IHSG

Dari sisi sentimen, pasar masih dibayangi ketidakpastian global, terutama terkait konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi dunia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia merespons kondisi tersebut dengan memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk atau tarif 0 persen untuk impor LPG dan produk plastik selama enam bulan.

Langkah ini diharapkan dapat menekan tekanan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Investor Tunggu Data The Fed dan Laporan Keuangan Emiten

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data penting yang berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG.

Baca Juga:
Fokus utama tertuju pada kebijakan suku bunga dari Federal Reserve serta pernyataan ketuanya. Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat seperti building permits, durable goods orders, housing starts, hingga indeks PCE dan pertumbuhan GDP kuartal I/2026 juga akan menjadi perhatian.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis

IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis

IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL

IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL

Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Komentar
Berita Terbaru