Bursa Asia Mendaki Tersengat Rekor Wall Street
digtara.com | JAKARTA – Awal pekan, Selasa (26/11/2019) pukul 8.54 WIB Bursa Asia melanjutkan penguatan yang terjadi , indeks Nikkei 225 menguat 0,80% ke 23.479.
Baca Juga:
Hang Seng naik 0,43% ke 27.108. Indeks Shanghai naik tipis 0,04% ke 2.907. Sedangkan Taiex menguat 0,48% ke 11.616.
Indeks Kospi melaju 0,64% ke 2.137. Sedangkan Straits Times justru turun 0,10% ke 3.217.
“Tren luasnya adalah pasar menunggu kesepakatan karena perdagangan menjadi faktor terbesar pemberat pertumbuhan global dan selama ini menahan keyakinan,” kata Shane Oliver, head of investment strategy and chief economist AMP Capital Investors kepada Reuters.
Oliver mengatakan bahwa kondisi suku bunga rendah global menyokong pasar saham. “Jika ada kabar ekonomi yang lebih baik dan pelonggaran dari risiko geopolitik, pasar saham bisa melaju hingga tahun depan,” kata dia.
Kemarin, tiga indeks utama Wall Street mencapai rekor tertinggi. Rekor bursa saham ini terjadi di tengah harapan kesepakatan dagang dan rencana akuisisi sejumlah emiten. Tapi, US stock futures turun tipis 0,02% menandakan kemungkinan koreksi di bursa AS selanjutnya.
Dari pasar komoditas, harga emas mencapai level terendah sejak awal Agustus. Koreksi harga emas ini menunjukkan investor melepas safe haven dan berlari ke aset yang lebih berisiko dan menghasilkan keuntungan.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis