Minggu, 28 Juni 2026

Sentimen Global Dongkrak Rupiah

- Rabu, 09 Oktober 2019 01:59 WIB
Sentimen Global Dongkrak Rupiah

digtara.com | JAKARTA – pada penutupan perdagangan kemarin kurs rupiah menguat tipis. Pergerakan yang cenderung stabil ini berkat gabungan data global dan domestik yang memengaruhi mata uang garuda.

Baca Juga:

Melansir Bloomberg, kurs rupiah hanya menguat 0,01% ke level Rp 14.162 per dolar AS. Sebaliknya, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,1% menjadi Rp 14.170 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, penguatan rupiah yang tipis karena ada tarik menarik data global dan domestik. Data global mayoritas memberikan sentimen negatif dan data domestik menahan koreksi rupiah.

Dia menegaskan sentimen global,  datang dari pembicaraan perdagangan antara AS dan China yang akan berlangsung pekan ini. Tiongkok mulai meragukan kesuksesan negosiasi tersebut.

Pemicu keraguan China adalah laporan yang menunjukkan, delapan perusahaan teknologi negeri tembok raksasa masuk dalam daftar hitam AS. “Mereka dituduh terlibat dalam pelanggaran HAM terhadap minoritas muslim di Provinsi Xinjian,” ujar Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menyebutkan, masalah yang terjadi pada Presiden AS Donald Trump kembali meningkat. Trump telah diperintahkan Pengadilan New York untuk menyerahkan pengembalian pajak pribadi dan perusahaan selama delapan tahun.

Satu-satunya sentimen positif dari eksternal datang dari kebijakan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Dalam rapat The Fed pekan lalu, ia mengindikasikan rencana penurunan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin.

Ibrahim mengatakan, saat ini pelaku pasar sedang menunggu rilis notulensi rapat tersebut. “Keputusan itu sepertinya tidak bulat dan masih ada anggota yang ingin kebijakan moneter tidak terlampau dovish,” imbuh Ibrahim.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar

IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar

IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama

IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama

IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati

IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati

IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI

IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI

Komentar
Berita Terbaru