Bursa Saham Asia Masih Melorot
digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi. Jumat (4/10) pukul 8.32 WIB Bursa saham Asia masih bergerak turun meski Wall Street menguat. Di mana indeks Nikkei 225 turun 0,19% ke 21.302.
Baca Juga:
Hang Seng turun 0,10% ke 26.084. Kospi melemah 0,06% ke 2.030. Sedangkan Straits Times turun 0,17% kke 3.082. FTSE Malaysia turun 0,49% ke 1.559. Hanya indeks Taiex yang menguat 0,14% pada hari ini ke level 10.902.
“Kekhawatiran masih merambat di pasar saham meski ada potensi kenaikan,” kata Shane Oliver, head of investment strategy and chief economist AMP Capital Investors kepada Reuters.
Oliver mengatakan bahwa kenaikan bursa saham AS semalam bukan merupakan sinyal pasti. “Sebenarnya pasar pesimistis terhadap saham sehingga yield obligasi negara bertenor dua tahun turun tajam. Ini menunjukkan bahwa pasar obligasi tidak sejalan dengan kenaikan pasar saham kemarin,” kata dia.
Hari ini, Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis angka tenaga kerja. Para ekonom memperkirakan, ada penambahan 145.000 pekerjaan baru pada bulan September, lebih tinggi daripada kenaikan 130.000 bulan sebelumnya. Tapi, sejumlah trader bersiap menerima kekecewaan jika ada pengaruh penurunan pada aktivitas sektor manufaktur, jasa, dan tingkat penambahan tenaga kerja sektor swasta.
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS