Rabu, 14 Januari 2026

Harga Minyak WTI Merangkak di Level US$56,09/Barel

- Senin, 30 September 2019 01:52 WIB
Harga Minyak WTI Merangkak di Level US$56,09/Barel

digtara.com | JAKARTA – Hari ini, Senin (30/9/2019) pagi sekira pukul 7.17 WIB Harga minyak menguat tipis. Harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 56,09 per barel.

Baca Juga:

Di mana harga minyak mentah light sweet ini menguat 0,32% jika dibandingkan dengan harga minyak pada akhir pekan lalu pada US$ 55,91 per barel. Harga minyak WTI ini mulai kembali ke kisaran rata-rata sepanjang kuartal ketiga yang ada di US$ 56,38 per barel.

Sementara, harga minyak WTI sempat melonjak US$ 62,67 per barel pada 16 September lalu ketika terjadi serangan drone pada fasilitas minyak Saudi Aramco. Harga minyak brent untuk pengiriman November 2019 di ICE Futures berada di US$ 62,12 per barel, menguat 0,34% jika dibandingkan dengan harga penutupan akhir pekan lalu.

Sedangkan, harga minyak acuan internasional ini pun bergerak di sekitar harga rata-rata kuartal ketiga pada US$ 61,68 per barel. Harga tertinggi minyak brent kuartal ketiga juga tercapai pada 16 September lalu pada level US$ 69,02 per barel.

Diketahui akhir pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat (AS) menawarkan penghapusan semua sanksi Iran untuk memulai negosiasi. Tapi, Presiden AS donald Trump mengatakan bahwa dia menolak permintaan Iran.

Sementara dari Arab Saudi, Wall Street Journal melaporkan bahwa Saudi menyetujui gencatan senjata di Yaman. Informasi ini mengutip sumber anonim.

“Saudi menjadi pusat perhatian dan penyebab volatilitas harga sepanjang bulan ini, baik secara harian maupun mingguan,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates kepada Reuters.

Sumber Reuters mengatakan bahwa Saudi telah memulihkan kapasitas produksi 11,3 juta barel per hari pada saat ini. Saudi Aramco belum mengonfirmasi pemulihan sepenuhnya produksi minyak yang terpangkas setengah ketika terjadi serangan.

International Energy Agency (IEA) mengatakan akan memangkas prediksi permintaan minyak global untuk tahun 2019 dan 2020 jika ekonomi global melemah lebih lanjut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru