Rabu, 14 Januari 2026

Jelang Akhir Pekan, Harga Minyak Melaju Lagi

- Jumat, 20 September 2019 02:17 WIB
Jelang Akhir Pekan, Harga Minyak Melaju Lagi

Digtara.com | JAKARTA – Menjelang akhir pekan, Jumat (20/9/2019) pukul 7.09 WIB harga minyak merangkak naik. Harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 58,86 per barel, naik 1,26% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 58,13 per barel.

Baca Juga:

Untuk harga minyak brent untuk pengiriman November 2019 di ICE Futures berada di US$ 64,98 per barel. Harga minyak acuan internasional ini menguat 0,90% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 64,40 per barel.

Sementara, kenaikan harga minyak brent ini berlanjut setelah kemarin menguat 1,25% dalam sehari. Lonjakan harga minyak ini terjadi meski sebelumnya Arab Saudi mengatakan akan mengembalikan kapasitas produksi ke level sebelum serangan, pada akhir bulan September.

“Industri minyak Saudi bisa terancam lagi dan akan ada lebih banyak gangguan di Teluk Persia,” kata Gene McGillian, vice president of market research Tradition Energy.

Tensi Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Saudi menuduh Iran berada di balik serangan yang terjadi Sabtu (14/9) lalu. Peralatan pertahanan Saudi yang dibeli dari Amerika Serikat (AS) ditembus oleh serangan drone yang melumpuhkan separuh pasokan minyak Saudi. Peralatan canggih berharga miliaran dolar milik Saudi ini didesain terutama untuk menahan serangan udara.

AS pun sedang membangun koalisi untuk melawan Iran di Timur Tengah. Hal ini akan menambah tensi geopolitik di wilayah kaya minyak di Asia Barat. “Yang masih menggantung di pasar adalah respons yang mungkin terjadi. Bagaimana AS dan Arab merespons ancaman serangan?” kata Mc Gillian.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa pihaknya tengah membangun koalisi untuk tujuan diplomasi.

The Wall Street Journal yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa Saudi meminta Irak sekitar 20 juta barel minyak. Tetapi, kantor berita Irak menyebutkan bahwa Irak membantah adanya permintaan dari Saudi untuk memasok fasilitas pengolahan minyak Saudi.

“Kabar ini menyebabkan pasar minyak bertanya-tanya apakah Saudi mampu menyelesaikan gangguan dengan baik,” kata John Kilduff, partner Again Capital.[reuters]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru