Selasa, 05 Mei 2026

Analis: Rupiah Bisa Berbalik Arah

- Selasa, 27 Agustus 2019 00:36 WIB
Analis: Rupiah Bisa Berbalik Arah

Digtara.com | JAKARTA – Tensi perang dagang China-AS membuat rupiah loyo di awal pekan ini. Kemarin, rupiah spot melemah 0,20% menjadi Rp 14.243 per dollar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Dalam setali tiga uang, pada kurs tengah Bank Indonesia, mata uang Garuda juga terkikis 0,08% menjadi Rp 14.261 per dollar AS.

Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, perang dagang menjadi katalis utama pelemahan rupiah. “Sejak akhir pekan lalu, AS dan China saling balas terkait perang dagang dan membuat mata uang di emerging market cenderung melemah,” katanya.

Tapi dengan fundamental ekonomi yang masih mumpuni, rupiah mampu menahan koreksi yang lebih dalam. Bahkan di kawasan, pergerakan mata uang Garuda masih lebih unggul ketimbang peso Filipina dan rupee India. Kedua mata uang tersebut masing-masing turun 0,23% dan 0,48% terhadap the greenback.

Menanggapi hal tersebut, Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan menambahkan, koreksi rupiah yang terbatas juga datang dari pelemahan harga minyak mentah. Karena impor minyak Indonesia tinggi, dengan harga minyak yang melemah membuat beban pembayarannya menjadi lebih murah,” jelas dia.

Dia memprediksi, rupiah dapat berbalik arah. Lantaran secara teknikal sudah oversold. Apalagi, perkembangan dari perang dagang mulai positif setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan China berniat untuk memulai pembicaraan perjanjian dagang lagi.

Dia menambahkan karena itu, dia optimistis, rupiah hari ini berada dalam rentang pendek di Rp 14.200-Rp 14.280 per dollar AS. Serupa, Ahmad pun memperkirakan, mata uang Garuda bergerak dalam kisaran Rp 14.200-Rp 14.280 per dollar AS.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

Komentar
Berita Terbaru