Analis: Rupiah Berupaya Menguat Lagi
Digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tak terlalu mempengaruhi pergerakan rupiah. Jumat (5/7), kurs spot rupiah melesat 0,37% ke Rp 14.038 per dollar AS. Namun, kurs tengah rupiah Bank Indonesia melemah 0,30% jadi Rp 14.148 per dollar AS.
Baca Juga:
Akhir pekan lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis penyerapan tenaga kerja baru di sektor swasta periode Juni mencapai 224.000 orang. Angka ini lebih tinggi ketimbang hasil konsensus, yakni 162.000 orang.
Namun, data pendukung lainnya, seperti rata-rata upah per jam, hanya naik 0,2%. Sementara, tingkat pengangguran Juni naik jadi 3,7%, dari sebelumnya 3,6%. “Kemungkinan rupiah bisa menguat hingga ke bawah Rp 14.000 karena data tenaga kerja AS,” kata Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas.
Analis Monex Investindo Futures Andian Widjaya menambahkan, dengan hasil ini, ekspektasi The Fed memotong suku bunga acuan kian besar. Ia memperkirakan, kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.000–Rp 14.250 per dollar AS hari ini.
Sedangkan Ahmad memperkirakan, kurs rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp 13.990–Rp 14.000 per dollar AS.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Rupiah Stagnan di Rp17.877 per Dolar AS, Sentimen Pasar Makin Berat
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 13 Agustus 2026, Diprediksi Melemah
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Prediksinya
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Agustus 2026, Diprediksi Menguat