IHSG Anjlok 10,76%, DPR Desak OJK dan BEI Benahi Transparansi Pasar Modal
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 10,76 persen pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (16/10/2026). Di tengah tekanan pasar tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) segera merespons sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.
Baca Juga:
Desakan itu muncul setelah MSCI menerbitkan laporan pada 15 Oktober 2026 yang mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market. OJK dan BEI diminta menunjukkan hasil reformasi secara nyata sebelum MSCI mengambil keputusan yang disebut dijadwalkan pada Juni 2027.
MSCI Soroti Tata Kelola Pasar Modal Indonesia
Dolfie mengatakan OJK dan BEI telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi sebelum laporan MSCI diterbitkan. Namun, menurut dia, pengumuman kebijakan belum cukup untuk menjawab kekhawatiran investor internasional.Kedua lembaga tersebut perlu menunjukkan bukti bahwa pembenahan benar-benar berjalan dan mampu memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Ia juga mempertanyakan apakah reformasi yang diumumkan sudah menghasilkan perubahan yang dinilai memadai oleh MSCI. Menurutnya, waktu menuju keputusan berikutnya harus dimanfaatkan untuk memperlihatkan kemajuan yang dapat dievaluasi.
Transparansi Kepemilikan Saham Jadi Perhatian
Salah satu aspek yang disoroti Dolfie adalah keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham. Ia juga mendorong pemeriksaan yang kredibel terhadap dugaan perdagangan yang terkoordinasi.Menurut Dolfie, kedua aspek tersebut berkaitan dengan integritas dan keadilan dalam aktivitas pasar modal. Investor membutuhkan informasi kepemilikan yang transparan serta pengawasan transaksi yang dapat dipercaya untuk menilai kualitas perdagangan saham.
Baca Juga:Apabila keterbukaan informasi dan penegakan aturan dinilai belum memadai, kepercayaan pelaku pasar terhadap bursa berpotensi tertekan. Karena itu, reformasi perlu diwujudkan melalui langkah konkret, bukan hanya pengumuman kebijakan.
IHSG Anjlok 10,76 Persen pada Sesi I
Penurunan IHSG sebesar 10,76 persen pada sesi I Jumat (16/10/2026) menjadi tekanan besar bagi pasar saham domestik. Pergerakan indeks tersebut berlangsung ketika perhatian investor tertuju pada persoalan transparansi dan evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.Meski demikian, penurunan IHSG tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh tekanan pasar disebabkan oleh sorotan MSCI. Pergerakan indeks juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk sentimen investor dan aktivitas transaksi saham.
Dolfie menekankan bahwa persoalan yang disampaikan MSCI perlu dilihat dalam konteks tata kelola pasar modal, khususnya transparansi, integritas, keadilan, dan kredibilitas di mata investor internasional.
Baca Juga:
OJK dan BEI Diminta Membuktikan Hasil Reformasi
Dolfie meminta OJK dan BEI menunjukkan hasil nyata dari reformasi yang telah diumumkan. Perbaikan tersebut perlu dapat diperiksa, terutama dalam hal keterbukaan kepemilikan saham dan pengawasan terhadap perdagangan.Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya langkah pembenahan yang terukur menjelang evaluasi MSCI. OJK dan BEI diharapkan dapat memperlihatkan kemajuan yang menjawab kekhawatiran investor dan memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Keputusan MSCI mendatang menjadi salah satu hal yang perlu dicermati pelaku pasar. Sementara itu, transparansi kepemilikan saham, kualitas pengawasan transaksi, dan pelaksanaan reformasi akan tetap menjadi perhatian dalam upaya menjaga kredibilitas bursa domestik.
Baca Juga:
IHSG Anjlok 1,33% ke 5.863, Saham DEWA, HRTA, dan WIFI Tertekan
IHSG Hari Ini Menguat 0,29%, Saham BRPT, MAPI, dan MEDC Melonjak
IHSG Hari Ini Dibayangi Geopolitik dan MSCI, BRI Danareksa Rekomendasikan PTBA hingga ERAA
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRMS, JPFA, hingga MBMA
IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Berisiko Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRPT hingga BUMI