Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 3 September 2026: IHSG Masih Berpeluang Menguat
digtara.com - Rekomendasi saham hari ini menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Meski demikian, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih mampu mencatat penguatan.
Baca Juga:
Sebanyak 282 saham ditutup menguat, sementara 321 saham melemah dan 186 saham lainnya stagnan. Adapun total kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp11.550,31 triliun.
Saham Big Caps yang Menguat
Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham berkapitalisasi besar masih mampu bergerak positif.Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menjadi salah satu pencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 4,08% ke level Rp200.050 per saham.
Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 2,64% menjadi Rp1.165. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga naik 1,14% ke posisi Rp6.675.
Baca Juga:Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 1% menjadi Rp2.020 per saham.
Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 0,93% ke level Rp4.360 per saham.
IHSG Berpotensi Mengalami Pullback
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai pelemahan tipis IHSG pada perdagangan Rabu mencerminkan fase konsolidasi setelah indeks mengalami penguatan sebelumnya.Menurutnya, pergerakan IHSG pada Kamis (3/9/2026) masih berpotensi mengalami pullback setelah mendekati area resistance.
Secara teknikal, area support IHSG berada di kisaran 6.500–6.550. Sementara itu, level resistance berada pada rentang 6.650–6.799.
Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian Investor
Pergerakan IHSG juga masih dibayangi sentimen eksternal, khususnya konflik bersenjata di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar saham global sekaligus mendorong kenaikan harga minyak mentah.Kondisi di pasar global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menentukan strategi perdagangan saham hari ini.
Selain sentimen geopolitik, pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat serta data ekonomi Negeri Paman Sam.
Rilis data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan The Fed dan pergerakan imbal hasil US Treasury.
Baca Juga:
Harga Komoditas Bisa Jadi Katalis
Selain faktor suku bunga, pergerakan harga komoditas berpotensi memberikan sentimen positif terhadap IHSG.Harga minyak Brent yang berada di atas US$94 per barel serta harga crude palm oil (CPO) sekitar MYR4.950 per ton berpotensi menjadi katalis bagi saham-saham sektor energi dan perkebunan kelapa sawit.
Investor dapat mencermati saham yang memiliki eksposur terhadap kedua komoditas tersebut seiring masih tingginya harga di pasar global.
Saham Penopang IHSG
Saham sektor perbankan masih menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks. BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi saham yang perlu diperhatikan investor dalam perdagangan Kamis.Dengan posisi IHSG yang masih berada di atas area support teknikal, investor dapat mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar sekaligus memperhatikan sentimen global yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Rekomendasi saham hari ini dapat menjadi pertimbangan awal, tetapi investor tetap perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko dan strategi investasinya masing-masing.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 2 September 2026, Ada Peluang Menguat?
Rekomendasi Saham Hari Ini Selasa 1 September 2026, IHSG Berpeluang Menguat
Rekomendasi Saham Hari Ini 31 Agustus 2026: IHSG Berpeluang Naik, AMRT hingga INDF Jadi Pilihan
IHSG Sepekan Turun 0,12% ke 6.518,12, Kapitalisasi Pasar Susut Rp18 Triliun
IHSG Hari Ini 28 Agustus 2026 Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham DEWA, ENRG, ICBP dan PTRO