Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Penguatan rupiah berpotensi ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS serta sentimen positif dari pasar global.
Baca Juga:
Penguatan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia. Baht Thailand naik 0,21 persen, ringgit Malaysia menguat 0,41 persen, yuan China naik 0,11 persen, dan rupee India menguat 0,08 persen.
Sementara itu, peso Filipina naik 0,27 persen, dolar Taiwan menguat 0,03 persen, dan dolar Singapura naik 0,01 persen.
Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp17.700-Rp17.750
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi cenderung menguat pada perdagangan hari ini.Menurut proyeksinya, rupiah berpotensi berada di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Baca Juga:Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah pelemahan indeks dolar AS. Kondisi tersebut terjadi ketika investor mencermati perkembangan geopolitik dan ketidakpastian di kawasan Timur Tengah.
Pasar juga terus memantau situasi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.
Konflik Iran Jadi Perhatian Investor
Ketidakpastian di Selat Hormuz turut memengaruhi sentimen pasar valuta asing. Sebagian pemilik kapal disebut menghindari jalur tersebut karena belum adanya kepastian mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran setelah konflik yang melibatkan Iran.Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global, terutama apabila mengganggu distribusi energi dan mendorong kenaikan harga minyak.
Di sisi lain, investor juga mencermati kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan rupiah dalam jangka pendek.
Kebijakan BBM Bersubsidi Ikut Dicermati
Dari dalam negeri, pasar juga merespons rencana pemerintah untuk memangkas kuota BBM bersubsidi pada 2027.Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah dalam menentukan besaran subsidi BBM tertentu pada tahun mendatang.
Ibrahim menilai kebijakan tersebut perlu diperhatikan karena BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat.
Baca Juga:Perubahan kuota BBM bersubsidi juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat, terutama pengguna Pertalite untuk kegiatan sehari-hari.
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 19 Agustus 2026
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750–Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Rupiah Stagnan di Rp17.877 per Dolar AS, Sentimen Pasar Makin Berat