Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik! Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter
digtara.com -Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax kembali mengalami penyesuaian. Harga Pertamax yang sebelumnya berada di level Rp16.250 per liter kini turun menjadi Rp15.950 per liter.
Baca Juga:
Menurut Bahlil, penurunan harga Pertamax tersebut terjadi karena harga minyak dunia sedang mengalami koreksi. Penyesuaian harga kemudian dilakukan oleh badan usaha penyedia BBM nonsubsidi.
Harga Pertamax Mengikuti Harga Minyak Dunia
Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang tidak ditetapkan secara tetap. Pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi pasar minyak global."BBM yang non-subsidi itu harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, penurunan harga minyak dunia saat ini menjadi salah satu faktor yang mendorong badan usaha swasta melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Baca Juga:Dengan demikian, harga Pertamax dapat kembali berubah apabila harga minyak mentah dunia mengalami pergerakan signifikan.
Bahlil Sebut Harga Pertamax Sulit Diprediksi
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan harga Pertamax ke depan, Bahlil mengatakan proyeksinya masih sangat bergantung pada kondisi geopolitik dunia.Ketidakpastian global dapat memengaruhi harga minyak mentah sehingga berdampak terhadap harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
"Ya tergantung kondisi geopolitik dunia. Tapi yang penting gini loh, yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting," tegas Bahlil.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lebih menitikberatkan kebijakan pada upaya menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau masyarakat.
Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik
Bahlil mengatakan sebagian besar konsumsi BBM masyarakat masih berasal dari BBM subsidi. Pemerintah pun berkomitmen menjaga agar harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan.Menurut dia, sekitar 80 persen konsumsi BBM merupakan BBM subsidi, sedangkan 20 persen lainnya merupakan BBM nonsubsidi yang lebih banyak digunakan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi.
"Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang ditanggung oleh pemerintah, yaitu subsidi," kata Bahlil.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk perlindungan pemerintah terhadap daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan harga energi global yang masih dinamis.
Harga Pertamax Bisa Berubah Mengikuti Kondisi Global
Penurunan harga Pertamax menjadi Rp15.950 per liter memperlihatkan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi kondisi pasar minyak dunia.Baca Juga:Berbeda dengan BBM subsidi yang mendapatkan dukungan pemerintah, harga BBM nonsubsidi lebih mengikuti pergerakan harga minyak mentah dan kondisi pasar global.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa harga Pertamax dapat kembali mengalami penyesuaian apabila harga minyak dunia maupun kondisi geopolitik berubah.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah menjaga harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan dan tetap mampu dijangkau masyarakat luas.
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Mulai 1 Juni 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Turun
Pertamina Pertahankan Harga BBM Nonsubsidi hingga Akhir Mei 2026
Harga BBM Pertamina Naik Per 1 Mei 2026? Ini Daftar Lengkap Pertalite hingga Pertamax Turbo
Harga BBM Pertamina 1 April 2026 di Seluruh Indonesia, Pertalite hingga Pertamax Berapa Per Liter?
Pertamina Jelaskan Soal Stok BBM 20 Hari: Bukan Hanya Cukup 20 Hari, Tapi Bisa Hadapi Lonjakan Konsumsi