Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Pergerakan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah perkiraan.
Baca Juga:
Pada periode yang sama, indeks dolar AS atau DXY melemah 0,06 persen ke level 99,80.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS.
Menurutnya, dolar AS mengalami tekanan setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
"Rupiah dan mata uang regional umumnya menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi cukup tajam oleh data ekonomi yang mengecewakan," ujar Lukman.
Baca Juga:
Rupiah Masih Dibayangi Ketidakpastian Global
Meskipun berpeluang menguat, pergerakan rupiah masih menghadapi sejumlah risiko. Investor tidak hanya mencermati arah suku bunga The Fed, tetapi juga perkembangan geopolitik di Timur Tengah.Ketegangan geopolitik dapat memengaruhi harga energi global sekaligus meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi membuat pergerakan rupiah menjadi lebih volatil.
Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada proses pergantian Gubernur Bank Indonesia (BI).
Sosok yang nantinya mengisi posisi tersebut menjadi perhatian pasar karena kebijakan BI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi.
Data Ekonomi AS dan China Jadi Perhatian
Volatilitas rupiah diperkirakan meningkat sepanjang pekan ini karena pasar akan menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting dari Indonesia, Amerika Serikat, dan China.Data NFP menjadi salah satu indikator penting yang digunakan pasar untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja AS dan memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sementara dari China, perhatian investor tertuju pada data manufaktur dan sektor jasa. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator untuk menilai kekuatan pemulihan ekonomi China.
Data Ekonomi Indonesia Juga Jadi Sentimen Rupiah
Selain faktor global, sejumlah data ekonomi domestik juga berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.Pelaku pasar akan menantikan rilis data neraca perdagangan, inflasi, indeks manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026.
Baca Juga:Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian nasional dan dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan ekonomi serta moneter Indonesia.
Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan