Sabtu, 12 September 2026

10 Saham Top Leaders IHSG Pekan Ini: MPRO, BUMI hingga DSSA Jadi Penggerak Utama Bursa

Arie - Minggu, 26 Juli 2026 08:03 WIB
10 Saham Top Leaders IHSG Pekan Ini: MPRO, BUMI hingga DSSA Jadi Penggerak Utama Bursa
net
Ilustrasi.

digtara.com - Sejumlah saham milik konglomerat nasional menjadi motor penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan pekan 20–24 Juli 2026. Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Baca Juga:

(DSSA) tercatat sebagai kontributor terbesar yang menopang kenaikan indeks.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG masih mampu menguat 0,34 persen dalam sepekan meski tekanan aksi jual investor asing masih berlanjut. Penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi faktor utama yang menjaga pergerakan indeks tetap berada di zona hijau.

MPRO Jadi Kontributor Terbesar Penguatan IHSG

Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) menjadi penyumbang terbesar kenaikan IHSG selama sepekan.

Harga saham emiten yang terafiliasi dengan Dato Sri Tahir tersebut melonjak 45,71 persen dan memberikan kontribusi sekitar 15,29 poin terhadap penguatan indeks.

Posisi kedua ditempati PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) milik Grup Bakrie. Saham BUMI menguat 14 persen dan menyumbang sekitar 7,72 poin bagi IHSG.

Baca Juga:

Sementara itu, sahamPT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) milik Grup Sinar Mas juga tampil impresif setelah naik 8,75 persen dan menopang indeks sebesar 6 poin.

BRMS, MLPT hingga BREN Ikut Topang Bursa

Selain tiga saham tersebut, beberapa emiten lain juga mencatatkan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG.

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) membukukan kenaikan 7,34 persen dan memberikan kontribusi 5,95 poin.

Sementara itu, sahamPT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) milik Grup Lippo menjadi salah satu emiten dengan kenaikan harga tertinggi setelah melesat 51,97 persen dalam sepekan. Penguatan tersebut berkontribusi sekitar 5,74 poin terhadap IHSG.

Emiten energi milik Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), juga masuk dalam daftar penggerak utama indeks setelah naik 3,8 persen dengan kontribusi 5,03 poin.

MORA, AMMN, EMAS dan VKTR Lengkapi Daftar Top Leaders

Empat saham lainnya yang turut menjadi penopang IHSG sepanjang pekan yakni:

  • PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) naik 3,94 persen dengan kontribusi 4,60 poin.

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 2,54 persen dan menyumbang 4,21 poin.

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) naik 7,86 persen dengan kontribusi 4,19 poin.

    Baca Juga:

  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) menguat 9,22 persen dan menopang IHSG sebesar 4 poin.

Aktivitas Perdagangan BEI Meningkat Tajam

BEI mencatat hampir seluruh indikator perdagangan mengalami peningkatan sepanjang pekan.

Rata-rata volume transaksi harian melonjak 66,88 persen menjadi 43,68 miliar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 26,17 miliar saham.

Selain itu:

Kinerja tersebut sejalan dengan penguatan IHSG yang ditutup di level 6.196,430, lebih tinggi dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 6.175,535.

Investor Asing Masih Catat Net Sell

Di balik penguatan indeks, investor asing masih melakukan aksi jual bersih.

Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), nilai net sell asing mencapai sekitar Rp1,36 triliun.

Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, total jual bersih investor asing telah mencapai sekitar Rp79,09 triliun, menandakan tekanan eksternal terhadap pasar domestik masih cukup besar.

Daftar 10 Saham Top Leaders IHSG Pekan 20–24 Juli 2026

KodeKenaikan HargaKontribusi ke IHSG
MPRO45,71%15,29 poin
BUMI14,00%7,72 poin
DSSA8,75%6,00 poin
BRMS7,34%5,95 poin
MLPT51,97%5,74 poin
BREN3,80%5,03 poin
MORA3,94%4,60 poin
AMMN2,54%4,21 poin
EMAS7,86%4,19 poin
VKTR9,22%4,00 poin

Kesimpulan

Kinerja positif IHSG selama pekan 20–24 Juli 2026 tidak terlepas dari lonjakan sejumlah saham milik konglomerat nasional. MPRO menjadi kontributor terbesar, disusul BUMI, DSSA, BRMS hingga BREN yang berhasil menopang pergerakan indeks di tengah derasnya aksi jual investor asing.

Meski demikian, tekanan eksternal masih menjadi faktor yang perlu dicermati mengingat arus modal asing sepanjang tahun masih menunjukkan tren keluar dari pasar saham Indonesia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru