IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi 22 April 2026, Ini Rekomendasi Saham BRPT, CDIA hingga RATU
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Tekanan jual yang masih mendominasi membuat pergerakan indeks berada dalam fase rawan pelemahan, meskipun terdapat peluang penguatan jangka pendek.
Baca Juga:
Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave [iv] pada label hitam, atau sebagai alternatif berada di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa indeks masih berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek.
"IHSG rawan melanjutkan koreksi dengan area terdekat di kisaran 7.245 hingga 7.447, sekaligus menutup beberapa gap yang tersisa," tulis tim analis MNC Sekuritas dalam laporannya.
Baca Juga:Meski demikian, IHSG juga memiliki peluang untuk menguji area penguatan terbatas di rentang 7.580 hingga 7.601. Adapun level support diperkirakan berada di 7.488 dan 7.351, sementara resistance berada pada 7.700 hingga 7.861.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, analis merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi menarik untuk dicermati dengan strategi buy on weakness. Saham-saham tersebut antara lain:
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)
- PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CDIA)
- PT Petrosea Tbk. (PTRO)
- PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU)
Tekanan dari Saham Big Caps dan Sentimen Global
Baca Juga:Pelemahan IHSG tidak terlepas dari tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Pada perdagangan sebelumnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) tercatat turun tajam hingga 14,98 persen, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 9,47 persen.
Selain itu, saham sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami penurunan sebesar 4,94 persen, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,90 persen.
Sentimen negatif juga datang dari rencana rebalancing indeks MSCI yang berpotensi memicu arus keluar dana asing. Beberapa saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi berisiko terdampak, sehingga meningkatkan tekanan jual di pasar.
IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas pasar serta mencermati level support dan resistance yang ada.
Strategi selektif dengan memanfaatkan momentum koreksi dinilai menjadi langkah yang lebih bijak di tengah ketidakpastian pasar saat ini.
Baca Juga:Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Redaksi tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
IHSG Berpotensi Masih Tertekan, Analis Rekomendasikan AADI hingga BMRI
IHSG Menguat 1,11 Persen, Berpeluang Uji Level 6.484 pada Perdagangan Rabu
IHSG Diproyeksikan Bergerak Sideways di Kisaran 6.000–6.300
IHSG Hari Ini Diprediksi Volatil, Efek Rebalancing MSCI Bayangi Pergerakan Indeks
IHSG Ditutup Menguat ke 6.206, Saham BBRI, BBCA, dan AMMN Jadi Penopang Utama