Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Ditutup Menguat ke 7.307, Saham BREN hingga TPIA Melonjak di Tengah Sentimen Global

Arie - Jumat, 10 April 2026 08:30 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke 7.307, Saham BREN hingga TPIA Melonjak di Tengah Sentimen Global
net
Ilustrasi.

digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. Meski penguatannya tidak sebesar hari sebelumnya, pergerakan indeks tetap positif di tengah tekanan sentimen global.

Baca Juga:

Berdasarkan data dari IDX Mobile, IHSG naik 0,39 persen atau 28,38 poin ke level 7.307,59. Sebanyak 296 saham menguat, 389 saham melemah, dan 273 saham stagnan.

Big Caps Jadi Penopang IHSG

Penguatan IHSG terjadi meskipun jumlah saham yang melemah lebih banyak. Hal ini didorong oleh kenaikan signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Baca Juga:
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk melonjak 14 persen ke Rp5.700. Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menguat 16,42 persen ke Rp3.120, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk naik 16,07 persen ke Rp5.200.

Ketiga saham tersebut masuk dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia, sehingga memberikan dorongan signifikan terhadap indeks.

Di sisi lain, saham perbankan justru mengalami tekanan. PT Bank Central Asia Tbk turun 4,07 persen ke Rp6.475, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melemah 1,80 persen ke Rp3.280.

Analisis Teknikal dan Volatilitas Pasar

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa secara teknikal, momentum penguatan IHSG mulai melemah.

Hal ini terlihat dari histogram MACD yang menyempit serta stochastic RSI yang bergerak turun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase volatilitas tinggi dengan kecenderungan melemah.

Baca Juga:
Sentimen Global Tekan Pergerakan IHSG

Pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah. Meskipun terdapat gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, ketegangan masih berlanjut akibat serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon.

Ketidakpastian juga terjadi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dunia.

Harga minyak tercatat naik sekitar 2 hingga 3 persen dan berpotensi kembali menembus level 100 dolar AS per barel.

Dampak ke Rupiah dan Cadangan Devisa

Kenaikan harga minyak dunia memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik, terutama pada stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga:
Phintraco Sekuritas mencatat cadangan devisa Indonesia turun menjadi 148,2 miliar dolar AS pada Maret 2026, dari sebelumnya 151,9 miliar dolar AS pada Februari 2026.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis

IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis

IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL

IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL

Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

Komentar
Berita Terbaru