Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 31 Maret 2026 Melemah, Berpotensi Tembus Rp17.100 per Dolar AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa, 31 Maret 2026 diproyeksikan masih berada dalam tekanan dan berisiko melanjutkan pelemahan.
Baca Juga:
Di saat yang sama, indeks dolar AS justru menguat 0,10 persen ke posisi 100,24.
Rupiah Tertekan Penguatan Dolar AS
Baca Juga:Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang terjadi di tengah ketidakpastian global, terutama konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Laporan dari Trading Economics menyebutkan bahwa pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.
Data yang dinanti antara lain inflasi Maret 2026 serta data perdagangan Februari 2026, yang dinilai akan memengaruhi arah pasar ke depan.
Selain faktor global, kondisi fiskal dalam negeri juga menjadi perhatian investor, terutama setelah disorot oleh lembaga pemeringkat seperti Moody's dan Fitch Ratings.
Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan tidak akan melanggar batas defisit anggaran 3 persen, meskipun tekanan dari harga energi global terus meningkat.
Baca Juga:Sebagai negara importir bersih minyak dan gas, Indonesia dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi yang dapat membebani nilai tukar rupiah.
Proyeksi Rupiah Jangka Pendek dan Panjang
Trading Economics memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di level Rp16.975 per dolar AS pada akhir kuartal I 2026.
Analisis Pengamat: Rupiah Masih Berisiko Melemah
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan dalam waktu dekat.
Baca Juga:Ia memperkirakan pergerakan rupiah dalam sepekan berada di kisaran Rp16.880 hingga Rp17.100 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS diperkirakan bergerak di rentang 99.300 hingga 101.600.
Tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh memanasnya situasi di Selat Hormuz yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel.
Di sisi lain, pasar juga menanti arah kebijakan dari Federal Reserve.
Baca Juga:Ibrahim memperkirakan Kevin Warsh akan menjabat sebagai Ketua The Fed pada April 2026, dengan potensi kebijakan penurunan suku bunga yang dapat memengaruhi pasar global.
Dengan berbagai sentimen eksternal dan domestik yang masih kuat, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap berada dalam tekanan dalam jangka pendek.
Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan global, terutama terkait geopolitik dan kebijakan moneter AS, yang menjadi faktor utama penggerak rupiah saat ini.
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 19 Agustus 2026
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750–Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026