Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun
digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG melemah 7,35% dan berakhir di level 8.320,55 setelah tertekan sepanjang sesi perdagangan.
Baca Juga:
Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG bergerak di rentang 8.187 hingga 8.596 sepanjang perdagangan kemarin. Kapitalisasi pasar tercatat turun menjadi Rp15.121 triliun, atau menyusut Rp1.259 triliun dari posisi sebelumnya Rp16.380 triliun.
Baca Juga:Dari sisi pergerakan saham, hanya 37 saham yang mencatatkan penguatan. Sebanyak 16 saham stagnan, sementara mayoritas pasar, yakni 753 saham, terperosok ke zona merah.
Saham-Saham Big Cap Paling Tertekan
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatatkan pelemahan tajam dan menjadi penekan utama IHSG, antara lain:
- Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) ambrol hingga Auto Reject Bawah (ARB) dengan penurunan 14,53% ke level Rp294 per saham.
- Saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga melemah 14,87% ke level Rp7.300 per saham.
- Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 6,33% ke level Rp7.025 per saham.
- Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 4,12% ke level Rp4.420 per saham.
- Saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) tertekan 11,93% ke level Rp3.470 per saham.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) turun 7,69% ke level Rp60 per saham.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pelemahan tajam IHSG dipicu aksi panic selling yang muncul setelah MSCI Global Standard Indexes mengumumkan pembekuan sementara kenaikan bobot dan penambahan saham Indonesia dalam indeks global.
Baca Juga:MSCI juga memberikan sinyal peringatan kepada otoritas pasar modal Indonesia untuk segera melakukan pembenahan sistem pelaporan, khususnya terkait transparansi struktur kepemilikan dan potensi indikasi perdagangan semu.
Apabila perbaikan transparansi tersebut tidak terealisasi hingga Mei 2026, Indonesia menghadapi dua risiko utama, yakni:
Penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets yang berpotensi memicu arus keluar dana asing lebih besar.
Pilarmas menilai peringatan ini menjadi alarm serius bagi regulator pasar modal Indonesia untuk segera melakukan pembenahan struktural guna menjaga kepercayaan investor global.
Sekilas Tentang MSCI
Baca Juga:Sebagai informasi, MSCI merupakan perusahaan riset investasi global yang menyediakan indeks saham, data pasar, serta alat analisis portofolio yang menjadi acuan utama bagi manajer investasi dan investor institusi di seluruh dunia. Indeks MSCI banyak digunakan sebagai benchmark pengelolaan dana global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Media tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE
IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII
IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG
Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL
Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 4 Maret 2026