Senin, 26 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS

Arie - Senin, 26 Januari 2026 08:25 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 26 Januari 2026, diperkirakan bergerak melemah pada rentang Rp16.820 hingga Rp16.850 per dolar Amerika Serikat. Dalam jangka waktu sepekan, rupiah diprediksi berada di kisaran Rp16.790 sampai Rp17.000 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, rupiah tercatat menguat 0,45 persen ke level Rp16.820 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat tipis 0,05 persen ke posisi 98,40.

Pergerakan Mata Uang Asia

Pergerakan mata uang Asia lainnya menunjukkan kinerja yang bervariasi. Yen Jepang menguat 0,04 persen, dolar Singapura naik 0,13 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,15 persen.

Baca Juga:

Sebaliknya, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen, won Korea Selatan turun 0,25 persen, dan baht Thailand melemah 0,15 persen.

Sementara itu, peso Filipina menguat 0,10 persen, yuan China naik 0,06 persen, dan ringgit Malaysia mencatat penguatan cukup signifikan sebesar 0,89 persen.

Sentimen Global Penggerak Rupiah

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pasar saat ini menanti keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penunjukan Ketua The Federal Reserve yang akan menggantikan Jerome Powell.

Jika Ketua The Fed yang terpilih memiliki kecenderungan kebijakan moneter yang lebih lunak, hal tersebut berpotensi meningkatkan spekulasi penurunan suku bunga lanjutan sepanjang tahun ini.

Baca Juga:

Namun, data ekonomi Amerika Serikat terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang masih solid. Produk Domestik Bruto Amerika Serikat pada kuartal III 2025 tercatat melampaui ekspektasi pasar. Selain itu, pasar tenaga kerja juga menunjukkan stabilitas, bukan pelemahan, sebagaimana disampaikan oleh para pejabat Federal Reserve.

Kondisi tersebut membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve tanggal 27–28 Januari 2026 dinilai semakin mengecil.

Isu Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar

Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump melunakkan pernyataannya terkait Greenland setelah mengklaim Amerika Serikat telah mendapatkan akses permanen melalui kesepakatan dengan NATO.

Meski demikian, para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan puncak darurat untuk membahas kembali hubungan dengan Amerika Serikat, menyusul ancaman tarif dan ketegangan geopolitik yang sempat mengguncang kepercayaan transatlantik.

Baca Juga:

Trump juga menyampaikan harapannya agar tidak terjadi aksi militer lanjutan Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, ia menegaskan AS akan bertindak jika Iran melanjutkan program nuklirnya.

Pandangan IMF terhadap Rupiah

Dari dalam negeri, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia untuk berhati-hati dalam melakukan intervensi di pasar valuta asing. IMF menegaskan nilai tukar rupiah sebaiknya tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah ketidakpastian global yang tinggi.

IMF menilai sistem nilai tukar Indonesia masih bersifat mengambang secara de facto, di mana rupiah bergerak mengikuti mekanisme pasar dengan fluktuasi yang signifikan saat terjadi tekanan eksternal.

Dalam kondisi tersebut, Bank Indonesia melakukan intervensi valuta asing untuk mengelola volatilitas rupiah melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga non-deliverable forward (NDF) di luar negeri.

Baca Juga:

Meski demikian, IMF menekankan bahwa intervensi nilai tukar harus dilakukan secara bijaksana, terukur, dan tidak berlebihan agar kredibilitas kebijakan moneter tetap terjaga.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru