IHSG Berpeluang Uji Level 9.229 Hari Ini, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis
digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji area 9.192–9.229 pada perdagangan Rabu (21/1/2026), setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level 9.134 pada sesi sebelumnya. Sejumlah saham pun direkomendasikan analis untuk dicermati pada perdagangan hari ini.
Baca Juga:
"Waspadai potensi koreksi lanjutan ke area 9.088–9.106 yang masih merupakan bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Sementara itu, peluang penguatan berikutnya berada di kisaran 9.192–9.229," tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (21/1/2026).
Support dan Resistance IHSG Hari Ini
Baca Juga:Pada perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di area 9.088 dan 8.956, sementara level resistance berada di kisaran 9.192 dan 9.227.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas untuk dicermati antara lain:
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES)
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI)
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)
- IHSG Cetak Rekor di Tengah Tekanan Rupiah
Prospek tersebut ditopang oleh pemulihan laba emiten, perbaikan margin sektor-sektor utama, pelonggaran kondisi keuangan domestik, serta premi pertumbuhan Indonesia dibandingkan negara emerging markets lainnya.
"Meski volatilitas global tetap menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG masih positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan tetap terjaga," ujar Andrey, Senin (19/1/2026).
Baca Juga:Dampak Rupiah terhadap Sektor Saham
Namun demikian, Andrey menilai pergerakan rupiah cenderung terbatas.
Permintaan struktural terhadap dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta kecenderungan investor asing melakukan lindung nilai membatasi ruang penguatan mata uang domestik.
Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan.
Baca Juga:Ia menilai sektor komoditas dan ekspor seperti emas, nikel, batu bara, dan crude palm oil (CPO), khususnya emiten dengan pendapatan dolar dan biaya rupiah, berpeluang diuntungkan jika rupiah terus melemah.
Sementara itu, Ekky menilai dampak pelemahan rupiah terhadap sektor perbankan relatif netral secara fundamental, meskipun tingginya porsi kepemilikan asing membuat saham perbankan tetap sensitif terhadap pergerakan arus modal global.
Baca Juga:
IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE
IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII
IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG
Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL
Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 4 Maret 2026