Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 14 Januari 2026 Melemah di Tengah Tekanan Global
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu, 14 Januari 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.870 hingga Rp16.900 per dolar AS, seiring meningkatnya tekanan global dan penguatan indeks dolar.
Baca Juga:
Rupiah Melemah Seiring Tekanan Mata Uang Asia
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang tercatat melemah 0,47%, dolar Hong Kong turun 0,04%, dolar Singapura melemah 0,08%, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,43%.
Baca Juga:Tekanan serupa juga dialami oleh peso Filipina yang melemah 0,13%, rupee India turun 0,13%, yuan China terkoreksi 0,04%, serta baht Thailand yang terdepresiasi paling dalam sebesar 0,68%. Di tengah tren negatif tersebut, hanya ringgit Malaysia yang mencatatkan penguatan 0,23%.
Sentimen Global Dorong Penguatan Dolar AS
Direktur Trive Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan indeks dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian politik dan hukum di Amerika Serikat. Salah satu faktor utama adalah peluncuran investigasi kriminal oleh jaksa terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
Selain itu, sentimen geopolitik turut membayangi pasar keuangan global. Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika otoritas Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran di negaranya. Trump juga dikabarkan berencana mengenakan tarif 25% terhadap negara-negara yang mendukung Iran, yang dinilai bertujuan untuk mengisolasi Teheran secara ekonomi.
Faktor Domestik Dinilai Tidak Ganggu Likuiditas
Baca Juga:Dari dalam negeri, keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp75 triliun dinilai tidak akan mengganggu penyaluran kredit.
Ibrahim menyebut likuiditas perbankan nasional masih berada dalam kondisi aman. Hal ini tercermin dari posisi undisbursed loan yang mencapai Rp2,50 triliun atau 23,18% dari total plafon kredit pada November 2025.
Namun demikian, ia menilai tantangan utama sektor perbankan saat ini bukan pada likuiditas, melainkan lemahnya permintaan kredit.
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS