Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Selasa 30 Desember 2025, Rupiah Masih Tertekan
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada dalam tekanan menjelang akhir tahun. Pada penutupan perdagangan Senin, 29 Desember 2025, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.788 per dolar AS.
Baca Juga:
Pelemahan rupiah terjadi seiring pergerakan beragam mata uang Asia. Yen Jepang menguat 0,24 persen, sementara dolar Hong Kong melemah 0,03 persen dan dolar Singapura turun 0,11 persen. Dolar Taiwan menguat 0,10 persen dan won Korea Selatan menguat signifikan sebesar 0,64 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,13 persen, rupee India turun 0,11 persen, yuan China melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,23 persen, dan baht Thailand mengalami penurunan terdalam sebesar 1,17 persen.
Baca Juga:Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pergerakan indeks dolar AS dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi melemah. Ia memperkirakan indeks dolar akan bergerak pada area support 97,57 dan resistance di kisaran 98,39.
Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah dapat ditutup melemah di kisaran Rp16.850 per dolar AS pada Rabu, 31 Desember 2025.
Dari sisi sentimen global, Trading Economics mencatat bahwa rupiah masih berada dalam kondisi rapuh. Sikap dovish Bank Indonesia dinilai terus membebani pergerakan rupiah, meskipun bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertengahan Desember 2025.
Selain itu, pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini, seperti data inflasi Desember dan neraca perdagangan November.
Trading Economics mencatat bahwa sepanjang 2025, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia dengan pelemahan sekitar 4,3 persen secara tahunan.
Baca Juga:Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia dijadwalkan menghentikan penggunaan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan menggantinya dengan Indonesian Overnight Index Average (IndONIA) mulai 1 Januari 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi pasar uang domestik dan menyelaraskan sistem keuangan Indonesia dengan standar global.
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS