Pertamina Kirim 360 Ton Elpiji ke 10 Kabupaten/Kota Aceh Lewat Jalur Laut Pascabencana
digtara.com -PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga mengirimkan 360 ton elpiji ke 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh melalui jalur laut sebagai langkah menjaga kelancaran distribusi energi pascabencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Baca Juga:
- Karyawan Leasing Diduga Gelapkan 30 Unit Sepeda Motor, Kejari Aceh Barat Tahan Tersangka
- Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
- Latsitarda Nusantara XLVI 2026 Resmi Digelar, Taruna Akademi TNI Bantu Pemulihan Masyarakat Aceh
Pengiriman Elpiji Gunakan Dua Kapal Laut
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Sunardi, menjelaskan bahwa pengiriman elpiji dilakukan dengan menyeberangkan mobil tangki LPG jenis skid tank menggunakan dua kapal, yakni Kapal Wira Loewisa dan Kapal Aceh Hebat 2.
Baca Juga:"Kami mengirim elpiji dari Lhokseumawe ke Banda Aceh melalui jalur laut menggunakan dua kapal yang membawa total 24 unit skid tank," ujar Sunardi, Selasa (16/12/2025).
Rinciannya, Kapal Wira Loewisa mengangkut 16 skid tank, sementara Kapal Aceh Hebat 2 membawa 8 skid tank. Setiap skid tank memiliki kapasitas sekitar 15 metrik ton LPG.
"Total elpiji yang dikirim mencapai sekitar 360 ton, dan akan segera didistribusikan ke 10 kabupaten/kota di Aceh menggunakan skema Ro-Ro (Roll On–Roll Off)," jelasnya.
Lebih dari 30 Ribu Tabung LPG untuk Masyarakat
Sebanyak 360 ton elpiji tersebut akan disalurkan dalam bentuk lebih dari 30 ribu tabung LPG, terdiri dari elpiji subsidi 3 kilogram (kg) dan elpiji non-subsidi 12 kg.
Baca Juga:Sunardi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan elpiji.
"Pasokan ini kami siapkan untuk mengamankan kebutuhan elpiji masyarakat Aceh selama beberapa hari ke depan," ujarnya.
Distribusi Gunakan Skema Alternatif dan Darurat
Pada kondisi normal, pasokan LPG ke Banda Aceh disuplai melalui jalur darat dari Lhokseumawe. Namun saat ini, distribusi dialihkan melalui jalur laut dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke Fuel Terminal Krueng Raya, Banda Aceh, sebelum kembali disalurkan melalui jalur darat.
Baca Juga:
Karyawan Leasing Diduga Gelapkan 30 Unit Sepeda Motor, Kejari Aceh Barat Tahan Tersangka
Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Latsitarda Nusantara XLVI 2026 Resmi Digelar, Taruna Akademi TNI Bantu Pemulihan Masyarakat Aceh
Pascabencana, Pelindo Regional 1 Terus Salurkan Ratusan Paket untuk Masyarakat
Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD karena Pendataan Korban Banjir Dinilai Lamban