Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 13 November 2025
Baca Juga:
- Won Korea Selatan melemah 0,29%
- Yen Jepang turun 0,30%
- Peso Filipina dan baht Thailand masing-masing terkoreksi 0,36% dan 0,22%
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pasar mulai meragukan rencana The Federal Reserve (The Fed) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Baca Juga:"Keraguan tersebut membuat investor kembali memburu aset berbasis dolar AS, sehingga berdampak pada penguatan dolar di perdagangan Asia," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).
Selain itu, pasar juga menyoroti pemeriksaan Mahkamah Agung AS terhadap tarif perdagangan yang diterapkan Presiden Donald Trump. Meski demikian, putusan final atas kebijakan tersebut belum akan keluar dalam waktu dekat.
Dari sisi politik, DPR AS dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan federal (government shutdown) setelah RUU pengeluaran disetujui Senat.
"Jika langkah ini diteken oleh Trump, maka penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS akan resmi berakhir," jelas Ibrahim.
Baca Juga:Menurutnya, berakhirnya government shutdown dapat membuka kembali jalan bagi rilis data ekonomi resmi yang sempat tertunda, sekaligus meredakan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS.
Proyeksi BI: Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Bawah Target
"Target pemerintah cukup realistis, namun sangat bergantung pada kecepatan realisasi belanja fiskal dan stimulus ekonomi ke depan," terang Ibrahim.
BI juga menyiapkan langkah-langkah dukungan moneter dan makroprudensial, termasuk potensi penurunan suku bunga serta ekspansi likuiditas untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Baca Juga:Proyeksi Hari Ini
Dengan mempertimbangkan faktor global dan domestik, Ibrahim menilai rupiah berpeluang melanjutkan pelemahan terbatas pada perdagangan hari ini.
"Rupiah hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp16.720–Rp16.760 per dolar AS," katanya.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS