Selasa, 02 Juni 2026

Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 10 November 2025

Arie - Senin, 10 November 2025 08:14 WIB
Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 10 November 2025
net
Ilustrasi.

digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif pada pekan perdagangan 10–14 November 2025. Meski demikian, peluang mencetak rekor tertinggi baru masih terbuka lebar.

Baca Juga:

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, mengatakan secara global pasar bergerak hati-hati menunggu kejelasan arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) dan rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Sementara itu, dari sisi domestik, pelaku pasar akan mencermati kebijakan pemerintah terkait pengawasan rokok ilegal dan penyesuaian cukai hasil tembakau yang berpotensi memengaruhi saham sektor konsumer.

"Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran 8.260–8.620 pekan ini, dengan tren sideways namun cenderung menguat terbatas," ujar Hari dalam riset tertulis, dikutip Senin (10/11/2025).

Baca Juga:
Dua Katalis Penggerak Pasar

Hari menjelaskan, ada dua katalis potensial yang dapat memengaruhi sentimen pasar pekan ini:

Kepastian rencana IPO Superbank yang dikabarkan akan berlangsung pada November ini.

Isu merger Grab dan Goto yang kali ini disebut melibatkan Danantara sebagai investor strategis.

"Kedua isu tersebut berpotensi menjadi pemicu penguatan bagi sektor teknologi dan finansial digital," tambahnya.

Strategi dan Sektor Unggulan

Baca Juga:
Indo Premier Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness, dengan fokus pada tiga sektor defensif utama:

Perbankan, yang masih mencatat akumulasi asing dan memiliki fundamental kuat,

Konsumsi, didukung daya beli masyarakat yang stabil,

Infrastruktur, seiring program pembangunan pemerintah yang berlanjut.

"Investor sebaiknya tetap fokus pada saham berfundamental kuat sambil memantau perkembangan sentimen makro dan global," kata Hari.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

Baca Juga:
Pekan lalu, IHSG kembali menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level 8.394, didorong net buy asing senilai Rp3,3 triliun dan dukungan data ekonomi domestik yang solid.

Kinerja positif ini dicapai di tengah tekanan pasar global, khususnya di Wall Street, yang terkoreksi akibat kekhawatiran valuasi saham teknologi berbasis AI.

"Pasar Indonesia menunjukkan ketahanan kuat. Investor asing melihat valuasi menarik dengan pertumbuhan PDB 5,04% dan inflasi terkendali di 2,86%," jelas Hari.

Dana asing tercatat banyak mengalir ke sektor perbankan dan telekomunikasi, dipicu oleh rebalancing indeks MSCI serta keyakinan pada stabilitas ekonomi nasional.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Diproyeksikan Bergerak Sideways di Kisaran 6.000–6.300

IHSG Diproyeksikan Bergerak Sideways di Kisaran 6.000–6.300

IHSG Hari Ini Diprediksi Volatil, Efek Rebalancing MSCI Bayangi Pergerakan Indeks

IHSG Hari Ini Diprediksi Volatil, Efek Rebalancing MSCI Bayangi Pergerakan Indeks

IHSG Ditutup Menguat ke 6.206, Saham BBRI, BBCA, dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Ditutup Menguat ke 6.206, Saham BBRI, BBCA, dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi ke 5.899, Saham ASII, HRUM, ISAT dan PSAB Direkomendasikan Analis

IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi ke 5.899, Saham ASII, HRUM, ISAT dan PSAB Direkomendasikan Analis

IHSG Ditutup Anjlok 3,54 Persen, Saham MEDC, DEWA, dan BRPT Jadi Pemberat Utama

IHSG Ditutup Anjlok 3,54 Persen, Saham MEDC, DEWA, dan BRPT Jadi Pemberat Utama

IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham AADI, HRTA, MBMA, dan AMRT

IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham AADI, HRTA, MBMA, dan AMRT

Komentar
Berita Terbaru