Sejumlah Bos XL Axiata Kompak Mundur Usai Merger dengan Smartfren
digtara.com - Proses merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) tampaknya membawa dampak yang cukup signifikan terhadap struktur manajemen perusahaan.
Baca Juga:
- Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
- Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Tingkat Pusat 2026, Pendaftaran 8–14 Desember 2025. Bagi Yang Berniat Silahkan Mendaftar!
- Respon Kritikan Prof. Nizar Soal Alokasi Kouta Haji. Kemenhaj Tegaskan Masa Tunggu yang Sama Antar Provinsi Adalah Sebuah Ikhtiar untuk Rasa Keadilan
Dalam kurun waktu yang singkat, sejumlah direksi memutuskan untuk mundur, terbaru Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa secara resmi mengundurkan diri.
Pengunduran diri ini semakin memperkuat dugaan adanya perombakan besar-besaran pasca merger.
Ranty Astari Rachman Corporate Secretary EXCL dalam keterangan tertulisnya Rabu (8/1/2025) mengungkapkan bahwa EXCL telah menerima surat pengunduran diri Rico Usthavia Frans pada tanggal 7 Januari 2025.
Pada saat bersamaan I Gede Darmayusa selaku Direktur juga mengundurkan diri dengan alasan pribadi dan pengunduran diri Rico Usthavia Frans ini akan berlaku efektif sejak diperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdekat.
Sementara itu pengunduran diri I Gede Darmayusa selaku Direktur akan berlaku efektif pada saat aksi korporasi merger Perseroan dinyatakan efektif.
"Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan terdekat sesuai dengan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.
Sebelumnya Dian Siswarini menyatakan mundur dari kursi Direktur Utama (Dirut) EXCL pada 4 Desember 2024.
Menyusul Abhijit Navalekar yang lebih dulu mengumumkan mundur dari Direktur EXCL pada 24 Desember 2024.
Sebagai informasi Rico menjabat sebagai Direktur EXCL sejak Mei 2024 hingga saat ini sedangkan I Gede Darmayusa menjabat sebagai Direktur pada tahun 2020 hingga saat ini.
Disclaimer:Artikel ini merupakan kerjasama
digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto,
grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.
Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Tingkat Pusat 2026, Pendaftaran 8–14 Desember 2025. Bagi Yang Berniat Silahkan Mendaftar!
Respon Kritikan Prof. Nizar Soal Alokasi Kouta Haji. Kemenhaj Tegaskan Masa Tunggu yang Sama Antar Provinsi Adalah Sebuah Ikhtiar untuk Rasa Keadilan
Refleksi Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2025; Sekolah 6 Hari Kenapa Takut?
Penderita Wasir Tidak Hanya Kalangan Tua Saja, Namun Juga Kalangan Muda. Vena Wasir Center Hadir di RS Panti Wilasa dr Cipto Siap Memberikan Solusi